Isi Artikel Utama

Abstrak

Motivasi merupakan salah satu faktor krusial dalam kegiatan pembelajaran PAI, akan tetapi pada fenomena saat ini ternyata persentase motivasi belajar peserta didik masih pada kisaran dibawah 50%. Berdasarkan fakta ini, rendahnya tingkat motivasi belajar peserta didik ini tentunya  akan menghambat proses pembelajaran, maka dari itu asesmen diagnostik non-kognitif menjadi salah satu upaya dalam mengetahui tingkat motivasi belajar peserta didik di awal kegiatan pembelajaran. Hal ini dapat membantu mendiagnosa kondisi awal peserta didik sehingga menjadi dasar dalam penyusunan rencana pembelajaran yang akan diimplementasikan di kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengdeskripsikan pengaruh penerapan asesmen diagnostik non-kognitif terhadap motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI Fase D di SMPN 1 Karangtengah Garut tipe kurikulum merdeka “Mandiri Berbagi”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, studi dokumentasi, dan angket. Objek penelitian berjumlah 32 peserta didik Fase D. Hasil menunjukan bahwa asesmen diagnostik non-kognitif secara signifikan berpengaruh terhadap motivasi belajar peserta didik Fase D sebesar 21,3%  dan berada pada interval 0,20 – 0,39 yang termasuk pada katerogi “Rendah”.


Kata kunci: Asesmen diagnostik non-kognitif, motivasi belajar, pembelajaran PAI Fase D

Kata Kunci

Asesmen diagnostik non-kognitifMotivasi BelajarPembelajaran PAI Fase D

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Pengaruh Penerapan Asesmen Diagnostik Non-Kognitif Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran PAI Fase D . (2024). MASAGI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 180-187. https://doi.org/10.37968/masagi.v3i1.839

Cara Mengutip

Pengaruh Penerapan Asesmen Diagnostik Non-Kognitif Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran PAI Fase D . (2024). MASAGI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 180-187. https://doi.org/10.37968/masagi.v3i1.839

Referensi

  1. Emda, A. (2018). Kedudukan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran. Lantanida Journal, 5(2), 172–182.
  2. Filgona, J., Sakiyo, J., Gwany, D. M., & Okoronka, A. U. (2020). Motivation in learning. Asian Journal of Education and Social Studies, 10(4), 16–37.
  3. Hilman, I. (2023). Analisis Gaya Belajar Peserta Didik Melalui Asesmen Diagnostik Non Kognitif Pada Pembelajaran Diferensiasi di Sekolah Dasar. Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian Dan Pendidikan Dan Pembelajaran, 8 (1) (2023) 161-167. http://scholar.googleusercontent.com/scholar?q=cache:RaZbCZbQ1-cJ:scholar.google.com/+asesmen+diagnosis+kognitif&hl=id&as_sdt=0,5
  4. Huda, A. A. S., & Khairina, G. P. (2023). Non-Cognitive Diagnostic Assessment of Class 7 Islamic Education Learning at Junior High School. Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 12(2), 127–134.
  5. Huda, A. A. S., & Nurhuda, A. (2023). Asesmen Diagnostik Non-Kognitif Gaya Belajar Siswa SMP Kelas 7 di Lembang, Indonesia: Non-Cognitive Diagnostic Assessment of Learning Styles for 7th Grade Junior High School Students in Lembang, Indonesia. Nusantara Journal of Behavioral and Social Sciences, 2(3), 55–60.
  6. Maria, A., & Indriyani, N. (2023). Pengaruh Penggunaan Alat Evaluasi Sikap Terhadap Hasil Belajar Afektif Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak. Masagi, 2(1 SE-Articles), 303–309. https://journal.stai-musaddadiyah.ac.id/index.php/jm/article/view/570
  7. Mayasari, A., Pujasari, W., Ulfah, U., & Arifudin, O. (2021). Pengaruh Media Visual Pada Materi Pembelajaran Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik. Jurnal Tahsinia, 2(2), 173–179.
  8. Muhajir, S. N., Masara, A., & Ramdani, G. (2021). Literasi sains mahasiswa calon guru fisika. JURNAL Pendidikan Dan Ilmu Fisika, 1(1), 24–28.
  9. Raito, & Latifah, M. (2022). Pengaruh Shalat Dhuha Terhadap Pembentukan Karakter Religius Siswa Di Madrasah Aliyah Nurul Islam Pasirwangi Garut. Jurnal MASAGI, 1(1), 234–241.
  10. Raito, R., & Nurul Baety, P. (2022). Pengaruh Motivasi Prestasi Menurut David Mcclelland Terhadap Prestasi Akademik Siswa Dalam Pembelajaran PAI Kelas XI AKL Di SMK Ciledug Al-Musaddadiyah Garut. Masagi, 1(1 SE-Articles), 192–202. https://journal.stai-musaddadiyah.ac.id/index.php/jm/article/view/192
  11. Rustanto, A. E. (2017). Kepercayaan diri dan efikasi diri terhadap kematangan karir mahasiswa di politeknik LP3I Jakarta Kampus Jakarta Utara. Jurnal Lentera Bisnis, 5(2), 1–11.
  12. Sardiman. (2023). Interaksi dan Motivasi Pembelajaran (Monalisa (ed.)). RAJAWALI PERS.
  13. Susilowati, E. (2022). Implementasi kurikulum merdeka belajar pada mata pelajaran pendidikan agama Islam. Al-Miskawaih: Journal of Science Education, 1(1), 115–132.
  14. Uno, H. B. (2021). TEORI MOTIVASI & PENGUKURANNYA Analisis di Bidang Pendidikan (Tarmizi (ed.)). Bumi Aksara.
  15. Zarnuzi. (2014). Motivasi Belajar Menurut Al-Zarnuji: Analisis teks motivasi belajar dalam kitab Alala. Elctronic Thesis Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, 9–31.
  16. Zheng, L., Bhagat, K. K., Zhen, Y., & Zhang, X. (2020). The effectiveness of the flipped classroom on students’ learning achievement and learning motivation. Journal of Educational Technology & Society, 23(1), 1–15.