Isi Artikel Utama
Abstrak
Berdasarkan data yang diperoleh dari seluruh siswa di RA Al Musaddadiyah Garut yang berjumlah 45 anak, terdapat 4 orang anak yang berasal dari orang tua bercerai. Dari perceraian orang tua tersebut tentunya membawa berbagai dampak yang mendalam seperti dapat mempengaruhi hubungan sosial dan mempengaruhi perkembangan regulasi anak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya anak korban perceraian yang belum bisa meregulasi emosinya dengan baik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan perkembangan regulasi emosi anak usia 5-6 tahun di RA Al Musaddadiyah Garut dan untuk mendeskripsikan perkembangan regulasi emosi anak usia 5-6 tahun pasca perceraian orang tua di RA Al Musaddadiyah Garut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai alat pengumpulan data. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa tidak semua anak yang berasal dari orang tua yang bercerai memiliki kemampuan regulasi emosi yang rendah, namun ada juga yang justru berkembang sesuai harapan 1 anak dan berkembang sangat baik 1 anak. Begitupun anak yang berasal dari orang tua yang lengkap memiliki perkembangan regulasi emosi yang berbeda, semua kembali lagi kepada pola asuh orang tua dalam mendampingi, mengajarkan dan memberi keutuhan cinta dan kasih sayang kepada anaknya, karena orangtua memiliki peranan penting dalam perkembangan regulasi emosi anak.
Kata Kunci: Regulasi Emosi, Anak, Perceraian Orang Tua
