Isi Artikel Utama

Abstrak

Perbedaan pandangan mengenai hukum bunga bank dalam Islam telah menjadi isu penting dalam sistem ekonomi modern, khususnya dalam praktik perbankan konvensional. Dalam perspektif Islam, bunga bank sering dikaitkan dengan riba yang secara tegas dilarang dalam Al-Qur'an. Namun, di tengah perbedaan interpretasi, muncul justifikasi yang beragam dari kalangan ulama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan ulama Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Garut mengenai justifikasi riba dalam transaksi perbankan konvensional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan wawancara mendalam kepada para ulama dari kedua organisasi tersebut. Data diperoleh melalui dokumentasi dan wawancara langsung dengan tokoh Muhammadiyah dan NU di Garut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesamaan dan perbedaan pandangan di antara kedua kelompok ulama. Keduanya sepakat bahwa bunga bank pada perbankan swasta dikategorikan sebagai riba dan hukumnya haram. Namun, terhadap perbankan milik negara, ulama Muhammadiyah cenderung mengategorikannya sebagai syubhat, sementara ulama NU menganggapnya halal karena keuntungannya kembali untuk kemaslahatan umat. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pemahaman terhadap perbedaan pandangan ulama dalam mengkaji hukum ekonomi Islam serta urgensi dialog antara ulama dan praktisi perbankan dalam merumuskan solusi perbankan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.


Kata Kunci: Riba; Perbankan Konvensional; Muhammadiyah; Nahdlatul Ulama; Justifikasi


 

Kata Kunci

Muhammadiyah; Nahdlatul Ulama;Justifikasi;Perbankan Konvensional;Riba.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Pandangan Ulama Muhammadiyah dan Ulama Nahdlatul Ulama Kabupaten Garut Tentang Justtifikasi Riba di Perbankan. (2026). Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 5(1), 30-39. https://doi.org/10.37968/jhesy.v5i1.1143

Cara Mengutip

Pandangan Ulama Muhammadiyah dan Ulama Nahdlatul Ulama Kabupaten Garut Tentang Justtifikasi Riba di Perbankan. (2026). Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 5(1), 30-39. https://doi.org/10.37968/jhesy.v5i1.1143

Referensi

  1. (OJK), O. J. K. (2017). Modul Literasi Keuangan Perbankan.
  2. Ahmad, I. A. bin H. dalam M. (n.d.). Musnad Wabishah bin Ma’bad.
  3. An-Nawawi, A. Z. M. (n.d.). Hadits Arbain. 27.
  4. Antonio, M. S. (2001a). Bank Syari’ah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani.
  5. Antonio, M. S. (2001b). Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani.
  6. Ascarya. (2011). Akad dan Produk Bank Syariah. Jakarta: Rajawali Pers.
  7. Bank, B., Perspektif, D., Muhammadiyah, D. A. N., & Salam, A. (2013). Bunga bank dalam perspektif islam (studi pendapat nahdlatul ulama dan muhammadiyah). III(1).
  8. Djarwanto, M. (2021). Perbankan dan Lembaga Keuangan Lainnya. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
  9. Enceng Iip Syaripudin, Gini Gaussian, et al. (n.d.). Dampak Riba Terhadap Ketimpangan Ekonomi dalam Perspektif Hukum Islam. Jurnal Ekonomi Syariah Internasional, 2(2), 45–60.
  10. Enceng Iip Syaripudin, S. Sunarsa, Gini Gaussian, A. Fathonih, D. (2024). Analysis of Sharia Economic Law on Buying and Selling Transactions in the Social Context (The Implementation of the Istishna Contract) Humaniora. Social Impact: Jurnal Internasional Ilmu Sosial, 3(1). https://socialimpact-ojs.com/index.php/socialimpact/article/view/80.
  11. Fahmi Zainul Arifin Lalu. (2013). Konseptualisasi Pelarangan Riba Sebagai Transaksi Terlarang. Economic: Jurnal Ekonomi Dan Hukum Islam, Vol. 3(No. 1), 69.
  12. Gaussian, E. I. S. & G. (2022). Karakteristik dan Klasifikasi Riba dalam Praktik Keuangan Modern. Jurnal Ushuluddin Dan Syariah, 4(1), 33–42.
  13. Gaussian, E. I. S. & G. (2024). Reformasi Sistem Keuangan Islam dalam Menghadapi Praktik Riba di Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Hukum Islam, 5(2), 77–89.
  14. Hadikusumo, H. D. (n.d.). TT. 78.
  15. Hardani, Nur Hikmatul Aulia, D. (2020). Metode Penelitian Kualitatif fan Kuantitatif. Yogyakarta : CV Pustaka Ilmu, 161.
  16. https://kumparan.com/ragam-info/justifikasi-pengertian-dan-contohnya-yang-perlu-diketahui-20hpp5b7KS3. (n.d.).
  17. Indonesia, B. (n.d.). Laporan Sistem Pembayaran Indonesia. Www.Bi.Go.Id.
  18. Ipandang, A. A. (2020). Konsep riba dalam fiqih dan al-qur’an: Studi komparasi. Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum Dan …, 19(2), 1080–1090. https://www.jurnal.iain-bone.ac.id/index.php/ekspose/article/view/1143
  19. Kasmir. (2014). Manajemen Perbankan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
  20. Mauludin, G. G. dan F. (n.d.). Analisis Maqashid Syari’ah Tentang Praktik Jual Beli Hasil Pertanian Dengan Pemborong. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (JHESY).
  21. Nurlailawati, E. I. S. dan S. (2024). Perspektif Hukum Islam Tentang Perjanjian Upah Borongan Pembangunan. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (JHESY), 4(1), 7–13. https://journal.stai-musaddadiyah.ac.id/index.php/jhesy/article/view/41
  22. Pendapat tersebut dikemukakan oleh Drs. H. Opa Mustopa saat wawancara di PCNU pada Kamis, 30 Januari 2025. (n.d.).
  23. Pendapat tersebut dikemukakan oleh Drs. H. Samhari saat wawancara di PCNU pada Kamis, 30 Januari 2025. (n.d.).
  24. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Garut. (2025).
  25. Qur’an Kemenag Qs. Al Baqarah ayat 279. (n.d.).
  26. Qur’an Kemenag Qs. Ali Imran ayat 130. (n.d.).
  27. Ratno, D. (2022). REKONSTRUKSI DAN REAKTUALISASI HUKUM ISLAM. Siyasatuna Jurnal Hukum Tata Negara, 1(1).
  28. RI, K. A. (n.d.). Tafsir Al-Qur’an Tematik dan Tahlili.
  29. Sjadzali. MA, P. D. H. M. (1997). Ijtihad Kemanusiaan (A. G. AF (Ed.); 1st ed.). PARAMADINA.
  30. Soleha, E. I. S. & A. (2024). Kerangka Kerja Kebijakan Moneter Berbasis Prinsip-Prinsip Syariah. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (JHESY), 3(1), 49–55. https://journal.stai-musaddadiyah.ac.id/index.php/jhesy/article/view/749
  31. Suryani, C. & K. (n.d.). Analisis Pemikiran Abdullah Saeed Tentang Riba dan Bungan Bank Dalam Perspektif Ekonomi Islam. Jurnal Ilmiah Raflesia Akuntansi, 10(2).
  32. Syaripudin, G. G. & E. I. (2023). Transformasi Sistem Perbankan Syariah: Menjawab Tantangan Riba. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (JHESY), 3(1), 22–35.
  33. Usamah, A.-H. I. A. (n.d.). Zawa’id Al-Haitsami. Markaz Khidmah Al-Sunnah Wal Sirah An-Nabawiyah, Madinah Munawarah, 1(437), 500.
  34. Wawancara. (n.d.). Pendapat tersebut dikemukakan oleh Dr. Dudu Hermawan, M.Ag saat wawancara di kediamannya yaitu perum Baleendah pada hari Jum’at, 24 Januari 2025.