Isi Artikel Utama

Abstrak

Pendidikan Agama Islam diharapkan mampu menghasilkan manusia yang selalu berupaya menyempurnakan iman,takwa dan berakhlak mulia yang mencakup etika, budi pekerti atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan. Proses pembelajaran yang kurang baik merupakan salahsatu permasalahan dalam dunia pendidikan. Befikir reflektif merupakan salahsatu berpikir yang diperlukan di dalam prose pemecahan masalah. Proses belajar, meneliti, dan memecahkan masalah akan maksimal hasilnya apabila kemampuan berpikir reflektif seseorang cukup baik. Model CTL mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran CTL dapat membuat peserta didik terlibat dalam kegiatan yang bermakna dan memantapkan pengetahuan yang dimiliki peserta didik. Penelitian ini lebih memfokuskan pada implementasi model CTL terhadap kemampuan reflektif peserta didik pada matapelajaran fikih. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analistik, yaitu penelitian yang memberikan gambaran tentang situasi dan kondisi factual dan sistematis mengenai faktor-faktor, sifat-sifat, serta hubungan antara fenomena yang dimiliki untuk mengetahui dasar-dasarnya saja. Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) matapelajaran fikih di MA Hidayatul Faizien Bayongbong Garut melalui proses mengkonstruk dalam pembelajaran fikih, mendorong peserta didik untuk menemukan makna sendiri (inquiry), mendorong peserta didik untuk mengetahui sesuatu dengan bertanya (questioning), menciptakan masyarakat belajar (learning community), peserta didik melakukan pemodelan dalam pembelajaran fikih, melakukan refleksi dalam pembelajaran fikih, menggunakan authentic assessment dalam pembelajaran fikih.


Kata Kunci: Berpikir Reflektif, Mata Pelajaran Fikih, Model Pembelajaran CTL.

Kata Kunci

Berpikir Reflektif;Mata Pelajaran Fikih;Model Pembelajaran CTL;

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Implementasi Model Pembelajaran CTL Terhadap Kemampuan Berpikir Reflektif Peserta Didik Pada Matapelajaran Fikih . (2025). MASAGI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(1), 1-8. https://doi.org/10.37968/masagi.v4i1.915

Cara Mengutip

Implementasi Model Pembelajaran CTL Terhadap Kemampuan Berpikir Reflektif Peserta Didik Pada Matapelajaran Fikih . (2025). MASAGI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(1), 1-8. https://doi.org/10.37968/masagi.v4i1.915

Referensi

  1. Abdul Wahab, S. (2004). Analisis Kebijakan: Dari Formulasi ke Impementasi Kebijkan Negara,. Jakarta: Bumi Aksara.
  2. Ami Latifah, Andi Warisno, and N. H. (2021). Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di MA Nurul Islam Jati Agung,. Jurnal Mubtadiin7, 2, 107–108.
  3. Anly Maria, G. N. (2022). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Terhadap Kecerdasan Interpersonal Siswa Dalam Mata Pelajaran PAI Di Kelas XI SMAS Asshiddiqiyah. Masagi, Vol. 01; N, 2.
  4. Eti Nurhayati. (2011). Psikologi Pendidikan Inovatif,. Pustaka Belajar, Yogyakarta.
  5. Gürol, A. (2011). Determining the Reflective Thinking Skills of Pre-Service Teachers in Learning and Teaching Process‟, Energy Education Science and Technology Part B-Social and Educational Studies,.
  6. Hambali, M., & Yulianti, E. (2018). (n.d.). Ekstrakurikuler Keagamaan Terhadap Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik di Kota Majapahit. Pedagogik. 5(2), 193–208.
  7. Hasudungan, A. N. (2022). Pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) Pada Masa Pandemi COVID-19: Sebuah Tinjauan. Jurnal DinamikA, 3(2), 112-126.
  8. Junaidin Basri1, M. K. M. (2022). Upaya Guru PAI Dalam Meningkatkan Kemampuan Psikomotorik Siswa ABK Tunagrahita Melalui Model Contextual Teaching And Learning (CTL). Masagi, Vol. 01; N(4).
  9. Koto, A. (2009). Ilmu Fikih Dan Ushul Fikih (Sebuah Pengantar). (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2009).
  10. Lexy. J. Moleong. (1991). Metodologi Penelitian Kualitatif. (Bandung: Remaja Rosdakarya.
  11. Lie., A. (2007). Cooperative Learning. Jakarta: Grasindo.
  12. Muin, A. (2012). Mengidentifikasi Kemampuan Berpikir Reflektif Matematik. 1354.
  13. Nawawi Hadari. (1992). Instrumen Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
  14. Neni Nadiroti Muslihah, E. F. S. (n.d.). Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, 555.
  15. Nurhadi. (2009). Pendekatan pembelajaran kontekstual.
  16. Ridwan, M. (2018). Konsep tarbiyah, ta’lim dan ta’dib dalam al-Qur’an. Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 37-60.
  17. Prihatin, E. (2011). (2011). Manajemen Peserta Didik. Alfabeta, cet. ke-1.
  18. Rusman. (2011). Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Press, 2011.
  19. Rusman. (2014). Keefektifan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning.
  20. Shanti, W. N., Sholihah, D. A., & Abdullah, A. A. (2018). Meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui ctl. 5(1), 98–110.
  21. Sihono, T. (2004). Contextual Teaching and Learning (CTL). 1, 63–83.
  22. Suharismi Arikunto. (n.d.). Dasar – Dasar Research,.
  23. Suherman, A. (2018). Kurikulum Pembelajaran Penjas. UPI Sumedang Press.
  24. Suryani,Nunuk, Agung,Leo. (2012). Strategi Belajar – Mengajar. Yogyakarta: Ombak, 2012.