Isi Artikel Utama

Abstrak

Anak yang memiliki keterbatasan dalam perkembangan ataupun terlahir dengan kekurangan dalam fisik atau non fisik dianggap orang yang tidak normal. Salah satunya anak tunagrahita, mereka memiliki keterbelakangan intelektual. Banyak masyarakat disekitar yang beranggapan bahwa anak tersebut tidak perlu belajar dan beribadah. Berbeda dengan pandangan Islam terhadap manusia hanya dilihat dari keimanan. Untuk mendapatkan keimanan yang sesuai dengan aturan yang telah Allah tentukan. Anak tunagrahita harus tetap belajar ilmu agama supaya kemampuan kognitif mereka terpenuhi dalam pengetahuan dan pemahaman.Tujuan penelitian ini adalah terdeskripsikannya penggunaan multimedia interaktif dalam memenuhi kebutuhan belajar agama Islam dalam ranah kognitif pada anak tunagrahita. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemenuhan kebutuhan belajar PAI dengan menggunakan multimedia interaktif dapat memenuhi kebutuhan belajar kognitif tingkat pengetahuan dan pemahaman yaitu mengetahui dan memahami nama beserta tugas malaikat dengan memasangkan nama dan tugas malaikat yang sesuai dalam menyelesaikan permainan fuzzle.


Kata kunci: Multimedia Interaktif, Kebutuhan Belajar, PAI, Kognitif, Tunagrahita.

Kata Kunci

Multimedia Interaktif Kebutuhan BelajarKognitifPAITunagrahita

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Penggunaan Multimedia Interaktif Sebagai Pemenuhan Kebutuhan Belajar Pendidikan Agama Islam Dalam Ranah Kognitif Pada Anak Tunagrahita . (2024). MASAGI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 141-148. https://doi.org/10.37968/masagi.v3i1.688

Cara Mengutip

Penggunaan Multimedia Interaktif Sebagai Pemenuhan Kebutuhan Belajar Pendidikan Agama Islam Dalam Ranah Kognitif Pada Anak Tunagrahita . (2024). MASAGI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 141-148. https://doi.org/10.37968/masagi.v3i1.688

Referensi

  1. Aini, Septa Lutfi. 2018. “Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Jurusan Pendidikan Agama Islam.” : 1–10.
  2. Arifah, Chusna, Cece Rakhmat, and Sima Mulyadi. 2022. “Media Digital Sebagai Upaya Optimalisasi Keterampilan Menyimak Anak Berkebutuhan Khusus.” 7(1): 1694–98.
  3. Bisri, Muhammad. 2023. “Kedudukan Komponen-Komponen Pedidikan Islam Dalam Keberhasilan Pendidikan Islam.” Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam 2.
  4. Daradjat, Zakiah. 2000. Ilmu Pendidikan Islam. ed. Bumi Aksara. Jakarta.
  5. Hakim, Mukhammad Luqman, and Fakultas Tarbiyah. 2020. “Multimedia Interaktif Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus.” 3(1): 48–55.
  6. Ilmu, Fakultas, Tarbiyah Dan, Universitas Islam, and Negeri Walisongo. 2015. “Pendidikan Agama Islam Pada Anak Tunagrahita Di SDLB Negeri Tambahrejo Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro Tahun Pelajaran 2014 / 2015 Pendidikan Agama Islam Pada Anak Tunagrahita Di SDLB Negeri Tambahrejo Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro Tahun Pelaj.”
  7. Nurus Sofia, Maulida, and Nadia Rasyidah. 2021. “Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Abk Tunagrahita.” NUSANTARA : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial 3(3): 459–77.
  8. Pusdiklat, Kemendikbud. 2016. Modul 01 Identifikasi Kebutuhan Belajar Pendidikan.
  9. Salamudin, C, and M B Hikam. 2022. “Implikasi Media Pembelajaran Digital Google Meet Terhadap Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Islam (Studi Di Smpn 2 ….” Masagi: 1–7.
  10. Salamudin, Ceceng, and Resti Risalati Multazam. 2023. “Pengaruh Gaya Belajar Visual Terhadap Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak.” Jurnal STAI Al Musaddadiyah 2(1): 83–90.
  11. Suharismi Arikunto. Dasar – Dasar Research,. (Tarsoto: Bandung, 1995), h. 58.
  12. Wahidah, E Y, and A Herianto. 2023. “Implementasi Konsep Akhlak Tasawwuf Dalam Pendidikan Agama Islam (Studi Analisis Degradasi Moral).” Masagi: 1–10.
  13. Wahidah, Evita Yuliatul, Ismah Hidayati, Merdeka Belajar, and Ashabul Kahfi. 1917. “KONSEP LEARNING COMMUNITY DALAM MERDEKA BELAJAR MENURUT AL- QUR ’ AN SURAT AL -KAHFI AYAT 10-15.” : 1–7.