Isi Artikel Utama

Abstrak

Budaya adalah konsep minat yang berkaitan dengan cara orang hidup, berpikir, merasakan, percaya dan mencari apa yang sesuai dengan budaya mereka. Fenomena budaya adalah cara hidup manusia, diciptakan oleh manusia itu sendiri, sebagai hasil cipta, rasa dan kehendak Tuhan. Agama dan budaya saling mempengaruhi. Sejalan dengan hal tersebut muncul fenomena etnopedagogi, Etnopedagogi adalah praksis pendidikan berbasis kearifan lokal yang melibatkan berbagai ranah. Etnopedagogi memandang kearifan lokal sebagai sumber inovasi dan keterampilan yang dapat di berdayakan demi kemaslahatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pendekatan Etnopedagogi dalam Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (Library Research), yaitu dengan cara melakukan penelitian terhadap  sumber-sumber tertulis tentang Etnopedagogi dan Pendidikan Agama Islam  oleh para ahli. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan berfokus pada analisis konten tentang Etnopedagogi dan isi teks buku-buku. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pendekatan Etnopedagogi dalam Pendidikan Agama Islam menekankan pada pendidikan yang senantiasa memperhatikan nilai-nilai budaya lokal dan Agama dengan mempertimbangkan aspek-aspek pada budaya serta Agama secara global. Melalui cara ini, etnopedagogi diharapkan menemukan ruhnya dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.


Kata kunci: Pendekatan Etnopedagogik; Pendidikan Agama Islam; Ilmu    Pendidikan Islam

Kata Kunci

Pendekatan Etnopedagogik Pendidikan Agama Islam Ilmu Pendidikan Islam

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Maria, A., & Kurniawan, M. P. (2024). PENDEKATAN ETNOPEDAGOGIK DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (TINJAUAN ILMU PENDIDIKAN ISLAM). Masagi, 2(2), 46–52. Diambil dari https://journal.stai-musaddadiyah.ac.id/index.php/jm/article/view/588

Referensi

  1. Ahmad Tafsir. (2013). Ilmu pendidikan dalam perspektif islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  2. Ahmad Yani, Model Pendidikan Karakter dan Kewirausahaan Berbasis Etnopedagogis, Jurnal,2015, Vol. 31 No. 2. h. 402-403
  3. Al-Raghib al-Ashfahany, Mu’jam Mufradat li Alfadz al-Qur’an, Bairut: Daār al-Fikr, t.t., h. 336.
  4. Eppink. 2013. The Eppink Model and Psychological analysis of Calture.
  5. Hamzah, Amir. 2020. Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research). Malang: Literasi Nusantara.
  6. Muhammad Zaini, Pengembangan Kurikulum, ( Yogyakarta: Teras, 2009 ), hal. 81
  7. Muzayyin Arifin, Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 2019), 6
  8. Sanjaya, Wina. 2008. Strategi Pembelajaran: Berorientasi Standar Proses Pendidikan . Jakarta: Kencana Prenada Media Group
  9. Soemardjan. S dan Soemardi. S. 1974. Setangkai Bunga Sosiologi. Yayasan Badan penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta
  10. Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: CV Alfabeta, 2005), h 62.
  11. Syaiful Sagala, Memahami Organisasi Pendidikan: Budaya dan Reinventing Organisasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2013.