Isi Artikel Utama

Abstrak

Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT sebagai bukti kebenaran nabi Muhammad SAW, dengan fungsi utamanya adalah sebagai petunjuk untuk umat manusia. Al-Quran menceritakan banyak hal tentang pendidikan dan urgensinya bagi kehidupan manusia. Tujuan pendidikan merupakan masalah yang sentral dan urgen dalam pendidikan. Dalam Al-Qur’an ada banyak ayat yang di dalamnya terkandung makna tentang tujuan pendidikan Islam di antaranya dalam Al-Qur’an surat Al-Dzariyat ayat 56 dan Al-Baqarah ayat 30. Di dalam ayat tersebut  tersirat suatu pendidikan dan lebih spesifiknya dalam ayat ini tersirat tentang tujuan pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implikasi pedagogis tentang tujuan pendidikan dalam  Qur’an surat Al-Dzariyat ayat 56 dan Qur’an surat Al-Baqarah ayat 30 kajian ilmu pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (Library Research) Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan yang terkandung dalam Al-Qur’an surat Al-Dzariyat ayat 56 dan Al Baqarah ayat 30 yaitu tujuan tertinggi Allah menciptakan manusia adalah untuk beribadah kepadanya dan menjadi pemimpin di muka bumi. Jadi, manusia hidup bukan karena kebetulan dan sia-sia saja, ia diciptakan dengan membawa tujuan dan tugas hidup tertentu. Tujuan diciptakan manusia adalah hanya untuk mengabdi kepada Allah Swt. Indikasi tugasnya adalah berupa ibadah dan tugas sebagai wakil Allah/pemimpin di muka bumi (khalifah).


Kata kunci: Implikasi Pedagogis, Tujuan Pendidikan, Khalifah

Kata Kunci

Implikasi Pedagogis, Tujuan Pendidikan, Khalifah Educational Objectives Khalifah Pedagogical Implications

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Raito, R., & Rofi, M. N. (2023). Implikasi Pedagogis Tentang Tujuan Pendidikan Dalam Qur’an Surat Al-Dzariyat Ayat 56 Dan Al-Baqarah Ayat 30 Kajian Ilmu Pendidikan Islam. Masagi, 2(1), 162–171. Diambil dari https://journal.stai-musaddadiyah.ac.id/index.php/jm/article/view/487

Referensi

  1. Achmadi. (2004). Idiologi Pendidikan Islam . Semarang : Pustaka Pelajar.
  2. Al-Maraghi, A. M. (1992). Terjemah Tafsir Al-Maraghi Juz 27. Semarang : Toha Putra Semarang.
  3. Arikunto, Suharsimi. (1998). Prosuder Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. (Jakarta: PT. Rineka Cipta).
  4. Al-Syeikh, A. B. (1994). Tafsir Ibnu Katsir. (Kairo: Mu-assah Daar Al-Hilal).
  5. Azis, A. (2019). Ilmu Pendidikan Islam . Yogyakarta: Sibuku.
  6. Dewantara, Ki Hadjar. (2011). Karya Ki Hadjar Dewantara Bagian Pertama Pendidikan. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.
  7. Islamy, Irfan. (2003). Prinsip-Prinsip Perumusan Kebijaksanaan Negara. (Jakarta: Bina Aksara).h. 115
  8. Izzan, Ahmad. (2015). Tafsir Pendidikan . Bandung: Humaniora.
  9. Juliani, W. I., & Widodo, H. (2019). Integrasi Empat Pilar Pendidikan (UNESCO) Melalui Pendidikan Holistik Berbasis Karakter di SMP Muhammdiyah 1 Prambana. Pendidikan Islam.
  10. Lubis, L. (2020). Ilmu Pendidikan Islam. (Medan: Perdana Publishing).
  11. Marimba, A. D. (1989). Pengantar Filsafat Pendidikan Islam . Bandung : Pt. Al-Ma'arif.
  12. Maunah, B. (2009). Ilmu Pendidikan . Yogyakarta : Teras.
  13. Rachmawati, D. W. (2021). Teori Dan Konsep Pedagogik. Cirebon: Insania.
  14. Shihab, Q. (2008). Sejarah dan Ulum Al-Qur'an. (Jakarta: Pustaka Firdaus).
  15. Shihab, M. (2012). Tafsir Al-Misbah. Jakarta: Lentera Hati.
  16. Silalahi, A. (2005). Strategi Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. (Surabaya: Batavia Press).
  17. Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Alfabeta, Bandung).
  18. Supian. (2008). Sistem pendidikan madrasah unggulan. (Bengkulu: Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan Departemen Agama RI).
  19. Suprihatiningrum, J. (2014). Guru Profesional : Pedoman Kinerja, Kualifikasi & Kompetensi Guru. (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media).h. 103
  20. Suardi, Moh. (2012). Pengantar Pendidikan:Teori dan Aplikasi. (Jakarta Barat: PT Indeks Permata Puri Media), h. 7.
  21. Wahyuddin. (2018). Sumber-Sumber Pendidikan Islam, (UIN Alauddin Makasar) hal. 140,