Isi Artikel Utama
Abstrak
Kemajemukan masyarakat dengan keragamannya, meniscayakan terwujudnya situasi dimana elemen-elemen masyarakat bersikap toleran, bisa sama-sama menghormati serta sama-sama menghargai perbedaan satu sama lain dengan posisi yang sederajat. Bila tidak, hal ini dapat menyebabkan gesekan satu sama lain dan menyebabkan konflik dan disintegrasi. Sejauh ini, nalar kolektif masyarakat tentang nilai multikultural kebangsaan masih terkooprasi oleh logosentris dengan hegemonic yang syarat dengan prasangka, kecurigaan, kebencian, dan reduksi terhadap kelompok yang berada di luar darinya. Akibatnya, ikatan-ikatan sosial melalui kolektifitas dan kerjasama hanya berlaku di dalam kelompoknya sendiri, tidak berlaku bagi kelompok lain.Tujuan umum penelitian ini adalah tercapainya pokok permasalahan (1) Untuk Mengetahui nilai-nilai multikultural dalam Al-Qur’an (2) Untuk mengetahui pendidikan multikultural dalam Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan jenis kepustakaan dengan metode yang digunakan adalah metode analitis komparatif. Metode analitis komparatif digunakan untuk menganalisa nilai-nilai multikultural, dan digunakan untuk membandingkan pendapat para mufasir tentang ayat-ayat mengenai nilai-nilai multikultural. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pendidikan multicultural adalah suatu pembelajaran yang orietasinya mengakui keberagaman, perbedaan, dan kemajemukan, ras, budaya, dan bahasa. Juga suatu usaha untuk membangun dan menciptakan lingkungan pendidikan yang setara untuk seluruh siswa/i sebagai sebuah gerakan pembaharuan.
Kata Kunci : Nilai Multikultural, Al-Qur’an Surat Al Ruum: 22 , Al-Hujurat: 13
Kata Kunci
Rincian Artikel
Hak Cipta (c) 2023 Masagi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan naskahnya di Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta atas artikel apa pun di Jurnal Masagi oleh LP2M STAI Al Musaddadiyah Garut berlisensi di bawah Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 / CC BY-ND 4.0
Penulis mengetahui bahwa Jurnal Masagi berhak menerbitkan untuk pertama kalinya dengan Lisensi Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 / CC BY-ND 4.0
Penulis dapat memasukkan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif naskah yang telah diterbitkan di jurnal ini ke dalam versi lain (misalnya dikirim ke tempat penyimpanan institusi penulis, penerbitan dalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah tersebut telah diterbitkan atau pertama kali di Jurnal Masagi
Cara Mengutip
Referensi
- Abdillah, Syaik. 2016. MULTIKULTURALISME PESFEKTIF AL-QUR’AN, Analisa Terhadap Tasfsir Hamkan dan M. Quraish Shihab. Jawa Barat: CV. Adzafira.
- Al-Bana, Gamal. 2006. Pluralitas Dalam Masyarakat Islam. Jakarta: MataAir Pub.
- Asmuri, Asmuri. 2017. “PENDIDIKAN MULTIKULTURAL (Telaah Terhadap Sistem Pendidikan Nasional dan Pendidikan Agama Islam).” POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam 2(1): 25.
- Budiman, Hikmat. 2005. Dilema Multikulturalisme di Indonesia. ed. Tifa. Jakarta.
- Dr. Syaik Abdillah, M.Ag. 2016. Multikulturalisme Perspektif Al-Qu’an, Analisa Terhadap Tafsir Karya Hamka Dan M. Quraish Shihab. Garut: Adzafira Center.
- Kautsar Azhari Noer dan T.H. Sumartana. 2001. Pluralisme, Konflik dan Pendidikan Agama di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Kementrian Agama RI. 2019. Al-Qur’an dan Terjemah Edisi Penyempurnaan. Jakarta.
- Kusen, Albert. Indonesia: Indentitas dan Multikulturalisme. www.old.nabble.com.
- Ma’arif, Ahmad Syafi’i. 2009. Islam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan. Bandung: Mizan.
- Maslikhah. 2007. Quo Valis Pendidikan Multikultural: Rekontruksi Sistem Pendidikan Berbasis Kebangsaan. cet 1. Surabaya.
- Mukhtar. 2007. Bimbingan Skripsi, Tesis, dan Karya Ilmiah. Jakarta: Gaung Persada Press.
- Rachman, Budhy munawar. 2010. Argumen Islam Untuk Pluralisme. Jakarta: Grasindo.
- Rahajo, Dawam. 2010. Merayakan kemajemukan, Kebebasan dan Kebangsaan. Jakarta: Kencana.
- Riyanto, Yatim. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya: SIC.
- Sa’dan, Masthuryah. 2013. “Nilai-Nilai Multikulturalisme Dalam Al-Qur’an Dan Urgensi Sikap Keberagaman Multikulturalis Untuk Masyarakat IndonesIa.” Toleransi 7(1).
Referensi
Abdillah, Syaik. 2016. MULTIKULTURALISME PESFEKTIF AL-QUR’AN, Analisa Terhadap Tasfsir Hamkan dan M. Quraish Shihab. Jawa Barat: CV. Adzafira.
Al-Bana, Gamal. 2006. Pluralitas Dalam Masyarakat Islam. Jakarta: MataAir Pub.
Asmuri, Asmuri. 2017. “PENDIDIKAN MULTIKULTURAL (Telaah Terhadap Sistem Pendidikan Nasional dan Pendidikan Agama Islam).” POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam 2(1): 25.
Budiman, Hikmat. 2005. Dilema Multikulturalisme di Indonesia. ed. Tifa. Jakarta.
Dr. Syaik Abdillah, M.Ag. 2016. Multikulturalisme Perspektif Al-Qu’an, Analisa Terhadap Tafsir Karya Hamka Dan M. Quraish Shihab. Garut: Adzafira Center.
Kautsar Azhari Noer dan T.H. Sumartana. 2001. Pluralisme, Konflik dan Pendidikan Agama di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kementrian Agama RI. 2019. Al-Qur’an dan Terjemah Edisi Penyempurnaan. Jakarta.
Kusen, Albert. Indonesia: Indentitas dan Multikulturalisme. www.old.nabble.com.
Ma’arif, Ahmad Syafi’i. 2009. Islam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan. Bandung: Mizan.
Maslikhah. 2007. Quo Valis Pendidikan Multikultural: Rekontruksi Sistem Pendidikan Berbasis Kebangsaan. cet 1. Surabaya.
Mukhtar. 2007. Bimbingan Skripsi, Tesis, dan Karya Ilmiah. Jakarta: Gaung Persada Press.
Rachman, Budhy munawar. 2010. Argumen Islam Untuk Pluralisme. Jakarta: Grasindo.
Rahajo, Dawam. 2010. Merayakan kemajemukan, Kebebasan dan Kebangsaan. Jakarta: Kencana.
Riyanto, Yatim. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya: SIC.
Sa’dan, Masthuryah. 2013. “Nilai-Nilai Multikulturalisme Dalam Al-Qur’an Dan Urgensi Sikap Keberagaman Multikulturalis Untuk Masyarakat IndonesIa.” Toleransi 7(1).
