Isi Artikel Utama

Abstrak

Literasi agama merupakan menempatkan praktik literasi agama dalam jalinan konteks, ideology, dan relasi kuasa yang tercermin di dalam artefak literasi (teks). Literasi agama yang dimaksud dalam penelitian ini berupa bahan ajar yaitu bahan ajar guna menstimulus pemahaman siswa pada mata pelajaran PAI materi akhlak. Pemahaman adalah kemampuan peserta didik dalam memahami pesan literal yang terkandung dalam komunikasi yang dapat menafsirkan suatu teori dengan menggunakan bahasa sendiri. Setiap siswa pada dasarnya memiliki tingkat pemahaman yang berbeda-berbeda terhadap pokok bahasan yang disajikan dalam suatu mata pelajaran terutama pada mata pelajaran PAI materi akhlak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui; 1) pemahaman siswa pada mata pelajaran akhlak di kelas XI MIPA 2, SMAN 14 Garut sebelum diberikan perlakuan; 2) untuk mengetahui penggunaan literasi agama sebagai bahan ajar pada mata pelajaran akhlak di kelas XI MIPA 2, SMAN 14 Garut; 3) pemahaman siswa pada mata pelajaran akhlak di kelas XI MIPA 2, SMAN 14 Garut setelah diberikan perlakuan. Dengan demikian, dapat mengetahui sejauh mana hubungan antara penggunaan literasi agama sebagai bahan ajar, dengan pemahaman siswa pada mata pelajaran PAI materi akhlak. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kuantitatif eksperimen, dengan mengumpulkan data atau informasi tentang fenomena yang diteliti. Teknik pengumpulan data adalah tes soal yang disebarkan kepada 25 responden, observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan pengolahan data dilakukan melalui analisis data statistik. Hasil penelitian menjukkan bahwa nilai kolerasi 0,70 antara pretes dan postes pemahaman siswa pada materi akhlak pada kolerasi tinggi, yaitu terletak pada rentang 0,60 s.d 0,80. Setelah diketahui nilai koefisien, didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh literasi agama terhadap pemahaman siswa pada materi akhlak di kelas XI MIPA 2, SMAN 14 Garut sebesar 49% dan 51% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak masuk dalam penelitian ini. Selanjutnya nilai thitung  4,73 ≥ ttabel 1,71, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya menggunakan literasi agama sebagai bahan ajar maka semakin baik pemahaman siswa pada mata pelajaran PAI materi akhlak.


Kata Kunci : Literasi Agama, Pemahaman Siswa

Kata Kunci

Literasi AgamaPemahaman Siswa

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Pengaruh Literasi Agama Terhadap Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Materi Akhlak Di Kelas XI MIPA 2, SMAN 14 Garut. (2022). MASAGI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 203-211. https://doi.org/10.37968/masagi.v1i1.279

Cara Mengutip

Pengaruh Literasi Agama Terhadap Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Materi Akhlak Di Kelas XI MIPA 2, SMAN 14 Garut. (2022). MASAGI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 203-211. https://doi.org/10.37968/masagi.v1i1.279

Referensi

  1. Ahmadi, F. (2018). Media Literasi Sekolah (Teori & Praktik). 87.
  2. Endi Suhendi Zen, N. K. (2017). Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. In Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.
  3. Irani, N. V., Zulyusri, Z., & Darussyamsu, R. (2020). Miskonsepsi Materi Biologi Sma Dan Hubungannya Dengan Pemahaman Siswa. Jurnal Biolokus, 3(2), 348. https://doi.org/10.30821/biolokus.v3i2.823
  4. Iswanto, A. (n.d.). Kajian Teologi Penciptaan Alam dan Manusia Nurhata Revitalisasi Kearifan Lokal Naskah-naskah Primbon Koleksi Masyarakat Indramayu. 8(2).
  5. Muhaimin. (2001). Paradigma Pendidikan Islam. PT. Remaja Rosda Karya.
  6. Rachman, A. (1982). Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Usaha Nasional.
  7. Studi, P., Agama, P., Islam, J. S., Ilmu, F., Islam, A., & Indonesia, U. I. (2020). Implementasi Media Pembelajaran Berbasis Online Menggunakan Quizizz Dalam.
  8. Sudijono, A. (2008). Pengantar Evaluasi Pendidikan. 50.
  9. Widoyoko, E. P. (2014). Penilaian hasil pembelajaran di Sekolah. Pustaka Pelajar.
  10. Yusrin Taupik Abdilah. (2004). Pemahaman siswa terhadap materi adab terhadap orang tua dan guru hubungannya dengan akhlak di sekolah: Penelitian pada siswa kelas VIII di MTs Al-Manshuriyah Kec. Pagelaran Kab. Cianjur. Kaos GL Dergisi, 82, 1–21.