Isi Artikel Utama

Abstrak

Dalam Kitab Ta’liim al-Muta’allimguru dianggap sebagai elemen terpenting dalam pembelajaran, oleh karenanya guru harus benar-benar dihormati dan diikuti. Namun penghormatan berlebih malah akan membunuh daya kritis siswa dan melahirkan kejumudan dan budaya taqlid pada siswa. Dengan demikian interaksi guru dan siswa menjadi timpang dan tidak seimbang. Analisis Wacana Kritis Norman Fairchlough menjadi solusi konseptual untuk menjawab masalah-maslah tersebut dengan cara membedah relasi kuasa yang bersifat ideologis dan hegemonik yang mempengaruhi daya pikir dan daya tindak siswa tersebut. Tujuan penelitian ini adalah terdeskripsikannya penerapan Analisis Wacana Kritis Norman Faoirclough terhadap Kitab Ta’liim al-Muta’allimtentang interaksi guru dan siswa. Penelitian ini termasuk studi riset kepustakaan dengan metode deskriptif analitik. Teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur dan teknik analisis datanya menggunakan Analisis Wacana Kritis Norman Fairchlough terhadap sumber data utama, yaitu Kitab Ta’liim al-Muta’allimdan sumber data pendukung, seperti buku, jurnal, dan sumber tertulis lainnya sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian membuktikan bahwa konsep interaksi guru dan siswa dalam Kitab Ta’liim al-Muta’allimbersifat doktriner, tidak demokratis, dan tidak dialogis. Hal ini dijelaskan melalui Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Pertama, terdapat ketidakharmonisan sosial dalam aspek semiotiknya karena memposisikan guru terlalu tinggi dihadapan siswa. Kedua, terdapat hambatan-hambatan dalam mengatasi ketidakharmonisan tersebut karena Kitab Kuning selalu dijadikan sebagai produk jadi dan siap pakai dan pengarang dianggap sebagai sosok agung yang harus selalu dimuliakan. Ketiga, tatanan sosial menghendaki ketidakharmonisan tersebut karena guru lebih diuntungkan dari sisi hirarki sosial dan budaya. Keempat, cara yang memungkinkan untuk mengatasi ketidakharmonisan tersebut adalah dengan melakukan pergantian nilai-nilai lama yang tidak relevan dengan nilai-nilai baru yang lebih relevan yang di anggap lebih baik dan lebih maslahat.


Kata kunci: Analisis Wacana Kritis Norman Fairchlough, Kitab Ta’liim al Muta’allim, Interaksi Guru dan Siswa

Kata Kunci

Analisis Wacana Kritis Norman FairchloughInteraksi Guru dan SiswaKitab Ta’liim al Muta’allim

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Penerapan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Terhadap Kitab Ta’liim Al-Muata’allim Tentang Interaksi Guru Dan Siswa. (2022). MASAGI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 219-226. https://doi.org/10.37968/masagi.v1i1.276

Cara Mengutip

Penerapan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Terhadap Kitab Ta’liim Al-Muata’allim Tentang Interaksi Guru Dan Siswa. (2022). MASAGI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 219-226. https://doi.org/10.37968/masagi.v1i1.276

Referensi

  1. Abdullah, A. (2016). KURIKULUM PESANTREN DALAM PERSPEKTIF GUS DUR; SUATU KAJIAN EPISTEMOLOGIS. Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies), 4(2). https://doi.org/10.15642/jpai.2016.4.2.227-248
  2. AL-Ghazali. (2020). Pembebas dari Kesesatan(Al-Munqid Mina Dhalal (M. Agnes Maemunah (ed.)). Al-Muqsith pustaka Kota Bekasi Jawabarat.
  3. Diajukan, S., Persyaratan, M., Gelar, M., Sosial, S., Sos, S., & Oleh, ). (n.d.). ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH PADA BERITA FESTIVAL CISADANE DI KORAN SATELIT NEWS.
  4. Haryatmoko, J. (2015). KONDISI IDEOLOGIS DAN DERAJAT KETERAMALAN ANALISA WACANA KRITIS. In DISKURSUS (Vol. 14, Issue 2).
  5. Moleong, L. J. (2000). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT. Remaja Rosdakarya.
  6. Saptono(dosen PS Seni Karawitan). (1999). Teori Hegemoni Sebuah Teori Kebudayaan Kontemporer. 1997–1999.
  7. Syamsuddin, R. &. (n.d.). ANALISIS WACANA. CV, SAMUDRA ALIF-MIM.
  8. Zamrodah, Y. (2016). Matinya Sang Da’i (Vol. 15, Issue 2).