Isi Artikel Utama

Abstrak

Fenomena dekadensi moral yang marak di berbagai kalangan, termasuk generasi muda, menunjukkan bahwa sistem pendidikan formal belum sepenuhnya berhasil dalam membentuk karakter peserta didik secara utuh. Pendidikan karakter yang seimbang antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotor menjadi kebutuhan mendesak dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan Islam. Salah satu rujukan penting dalam khazanah pendidikan karakter Islam klasik adalah kitab Al-Akhlaq Lil Banin karya Syaikh Umar Al-Baradja. Kitab ini telah digunakan secara luas di pesantren dan madrasah diniyah sejak tahun 1950-an sebagai rujukan utama dalam pengajaran akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep pendidikan karakter menurut perspektif Syaikh Umar Al-Baradja sebagaimana tertuang dalam kitab tersebut. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh langsung dari isi kitab Al-Akhlaq Lil Banin, sedangkan data sekunder berasal dari literatur yang relevan tentang pendidikan Islam, karakter, dan akhlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan karakter menurut Syaikh Umar mencakup pembinaan akhlak kepada Allah SWT, sesama manusia (orang tua, guru, teman, dan tetangga), serta terhadap lingkungan. Nilai-nilai utama yang dikedepankan dalam kitab ini meliputi kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, kedisiplinan, empati sosial, serta kebiasaan ibadah yang konsisten. Pembentukan karakter tidak dilakukan secara instan, tetapi melalui proses pembiasaan, keteladanan, dan penginternalisasian nilai-nilai secara terus-menerus sejak usia dini. Relevansi konsep ini sangat tinggi dalam menghadapi tantangan globalisasi yang sering kali mengikis nilai-nilai moral dalam kehidupan generasi muda. Dengan demikian, gagasan pendidikan karakter dari kitab Al-Akhlaq Lil Banin dapat dijadikan salah satu alternatif model pendidikan karakter Islami yang aplikatif dan kontekstual dalam sistem pendidikan modern


Kata kunci: pendidikan karakter, akhlak, Syaikh Umar Al-Baradja, Al-Akhlaq Lil Banin, pendidikan Islam

Kata Kunci

Akhlak;Al-Akhlaq Lil Banin;Pendidikan Islam;Pendidikan Karakter;Syaikh Umar Al-Baradja

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Konsep Pendidikan Akhlak menurut Syaikh Umar Al-Baradja dalam Kitab Akhlak Lil Banin. (2026). MASAGI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 5(1), 139-145. https://doi.org/10.37968/masagi.v5i1.1538

Cara Mengutip

Konsep Pendidikan Akhlak menurut Syaikh Umar Al-Baradja dalam Kitab Akhlak Lil Banin. (2026). MASAGI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 5(1), 139-145. https://doi.org/10.37968/masagi.v5i1.1538

Referensi

  1. Al-Baradja, U. (2015). Al-Akhlaq Lil Banin. Jakarta: Pustama Azzam.
  2. Arifin, M. (2003). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
  3. Arifin, Z. (2019). Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Anak di Era Global. Jakarta: Kencana.
  4. Basri, Junaidin, Ceceng Salamudin, and Umi Azizah. 2023. “Implementasi Merdeka Belajar Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Untuk Meningkatkan Sikap Religius Siswa.” Jurnal Masagi
  5. Dradjat, Z. (2003). Ilmu Pendiidkan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
  6. Fathur, Rahman. (2021). Tantangan Pendidikan Moral di Era Digital. Surabaya: Airlangga University.
  7. Hadi, S. (2002). Metodologi Reseacrh. Yogyakarta: Andi Offset.
  8. Hasan, M. (2017). Pesantren dan Tradisi Keilmuan Islam di Indonesia. Bandung : Mizan.
  9. Indonesia, K. B. (2008). KBBI. Jakarta: Balai Pustaka.
  10. Langeveld, M. (1980). Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. (Soedjadi, Trans.) Jakarta: Gramedia.
  11. Langgulung, H. (2003). Asas Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Al-Husna.
  12. Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books .
  13. Maimunah. (2009). Pengantar Ilmu Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  14. Marimba, A. D. (1989). Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Al-Ma'arif.
  15. Miskawaih, I. (Jakarta). Tahdzib al-Akhlak, dalam Muhammad Asy-Syibany, Falsafah Pendidikan Islam. 1979: Bulan Bintang.
  16. Muhammad. (2021). Ruang Lingkup Pendiidkan Islam. Kajian Pendiidkan Agama Islam, 55-56.
  17. Nasional, K. P. (2010). Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa: Pedoman Sekolah. Jakarta: Kemendiknas.
  18. Rahmat, J. (2003). Psikologi Komunikasi. Bandung: Rosda Karya.
  19. Raito, R., & Khoerunnisa, E. U. (2025). Implementasi Ekstrakurikuler Rohani Islam (ROHIS) Dalam Penguatan Karakter Keteladanan Peserta Didik. Masagi, 3(2), 48–55.
  20. Raito, R., & Ramadan, M. F. (2023). Nilai Pendidikan Pranikah Dalam Al-Qur’an Surat Al-Hujurat Ayat 13 (Kajian Ilmu Pendidikan Islam). Masagi, 2(1), 12–20.
  21. Salamudin, C., & Ibrahim, R. (2023). Nilai-Nilai Pendidikan Antikorupsi Dalam Buku Ajar Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Kurikulum 2013 SMA Kelas XII. Masagi, 2(1), 77–82.
  22. Sugiono. (2015). Memahami Penelitan Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
  23. Suharsimi, A. (1998). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka.
  24. Syamsuddin. (2020). Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  25. Tafsir, A. (2013). Ilmu Pendidikan Perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  26. Thomas, L. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.
  27. Zuhairini. (Bumi Aksara). Metodologi Pendidikan Agama Islam. Jakarta: 1994.