Isi Artikel Utama

Abstrak

Pendidikan adalah proses pembentukan perilaku dan etika menuju kehidupan yang lebih baik, sedangkan akhlak mencerminkan karakter dalam jiwa seseorang. Penanaman akhlak sejak dini sangat penting karena maraknya pelanggaran aturan di kalangan peserta didik, baik dalam bentuk sikap, ucapan, maupun tindakan yang tidak sesuai dengan nilai moral. Di SMK Ma’arif Sukawening Garut, pemahaman peserta didik terhadap materi “Akhlak Terpuji dan Akhlak Tercela” masih rendah, hanya mencapai 40,6% pada tahap pra-siklus. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi pembelajaran yang lebih inovatif agar pemahaman peserta didik dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan pemahaman peserta didik terhadap materi tersebut pada mata pelajaran PAI melalui penilaian berbantuan aplikasi Quizizz di fase E. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, serta refleksi. Data kuantitatif dikumpulkan melalui tes hasil belajar, sedangkan data kualitatif diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperkuat hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dari 40,6% pada pra-siklus (kategori cukup), menjadi 71,9% pada siklus I (kategori baik), dan mencapai 91,6% pada siklus II (kategori sangat baik). Dengan demikian, terdapat peningkatan signifikan sebesar 51%. Penilaian berbantuan Quizizz terbukti sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman, motivasi, serta keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran akhlak


Kata kunci: asesmen quizizz, pemahaman peserta didik, pendidikan agama islam.

Kata Kunci

asesmen quizizzpemahaman peserta didik;pendidikan agama islam.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Peningkatan Pemahaman Peserta Didik Pada Mata Pelajaran PAI Fase E Melalui Alat Asesmen Berbantuan Quizizz. (2026). MASAGI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 5(1), 98-106. https://doi.org/10.37968/masagi.v5i1.1343

Cara Mengutip

Peningkatan Pemahaman Peserta Didik Pada Mata Pelajaran PAI Fase E Melalui Alat Asesmen Berbantuan Quizizz. (2026). MASAGI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 5(1), 98-106. https://doi.org/10.37968/masagi.v5i1.1343

Referensi

  1. Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives. Longman.
  2. Achmad, G. H. (2021). Kedudukan Kurikulum dalam Pendidikan Agama Islam. Yasin, 1(2), 246–261. https://doi.org/10.58578/yasin.v1i2.130
  3. Arikunto, S. (n.d.). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik.
  4. ———. (2013). Penelitian Tindakan Kelas. Bumi Aksara,.
  5. Asmiati. (2020). “Pengaruh Penggunaan Aplikasi Quizizz Terhadap Pemahaman Siswa dalam Pembelajaran IPA.”
  6. Aziz A. (n.d.). pendidikan agama islam dan pembentukan karakter siswa. Jurnal Pendidikan Islam, 8(1) 45-58, 45–58.
  7. Benjamin S. Bloom. (1956). Taxonomy of Educational Objectives: The Classification of Educational Goals, Handbook I: Cognitive Domain. David McKay Company.
  8. Black, P., & Wiliam, D. (n.d.). Assessment and Classroom Learning*. Assessment in Education: Principles, Policy & Practice,.
  9. Clark, R.C., & M. (2016). R.E. E-Learning and the Science of Instruction: Proven Guidelines for Consumers and Designers of Multimedia Learning. Pfeiffer,.
  10. Creswell, J. W. (2013). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. Sage Publications,.
  11. Giriansyah, F. E., Pujiastuti, H., & Ihsanudin, I. (2023). Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa Berdasarkan Teori Skemp Ditinjau dari Gaya Belajar. Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika, 7(1), 751–765. https://doi.org/10.31004/cendekia.v7i1.1515
  12. Heriyanto, H.Adha, M., M, H. (n.d.). Trasformasi pembelajaran melalui quizizz:Gamifikasi dalam meningkatkan motivasi belajar.
  13. Jonassen, D. H. (2000). Computers as Mindtools for Schools: Engaging Critical Thinking. Prentice Hall.
  14. Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The Action Research Planner. Deakin University Press,.
  15. M, Y. (n.d.). dampak penggunaan tes tertulis secara monoton terhadap motivasi siswa. Jurnal Sabar, 5(3) 233-2, 233–241.
  16. Maria, A. (2024). Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pembelajaran Agama Islam. Jurnal Masagi, 45.
  17. Miles, M. B., & Huberman, A. M. (n.d.). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Thousand Oaks: Sage Publications.
  18. Rahmawati. (2022). “Efektivitas Penggunaan Aplikasi Quizizz dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Pembelajaran Matematika.” Universitas Sebelas Maret).
  19. ———. (2023). kejenuhan belajar akibat metode penilaian monoton pada peserta didik. Jurnal Pedagogik, 7(1), 45–5(45–52).
  20. Raito, N. (2023). Keterampilan Belajar Abad 21 dalam pembelajaran PAI berbasis Teknologi. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 8 (2) 155-, 155–167.
  21. Ruwaida, H. (2019). Proses Kognitif dalam Taksonomi Bloom Revisi : Analisis Kemampuan Mencipta (C6) Pada Pembelajaran Fikih Di MI Miftahul Anwar Desa Banua Lawas. Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 4(1), 51. https://doi.org/10.35931/am.v4i1.168
  22. Salamudin, C. (2023). Strategi Pembelajaran pengendalian diri untuk meningkatkan karakter Tawadhu di SMP Ciledug Al-Musaddadiyah Garut. Jurnal Masagi, 2 (1), 45-, 45–56.
  23. ———. (2024). Penerapan asessmen formatif dalam meningkatkan motivasi belajar pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Jurnal Masagi, 3 (2), 115, 115–126.
  24. Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
  25. Sukmadinata, N. S. (n.d.). pengembangan kurikulum : teori dan praktek. PT Remaja Rosdakarya,.
  26. Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.
  27. Wiliam, P. B. & D. (1998). Assessment and Classroom Learning,” Assessment in Education: Principles, Policy & Practice.
  28. Yusuf, M., & Sari, A. (n.d.). . "Relevansi Kurikulum di Sekolah Kejuruan.”. Jurnal Pendidikan Kejuruan , 7(2), 100-.