Isi Artikel Utama

Abstrak

Penelitian ini membahas tentang peningkatan kemampuan berpikir peserta didik dalam pembelajaran agama Islam melalui metode inkuiri di kelas VII-C SMPN 2 Samarang Garut. Kemampuan berpikir adalah kegiatan yang menuntut peserta didik untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran. Namun, kenyataanya kemampuan berpikir peserta didik di kelas VII-C SMPN 2 Samarang Garut masih tergolong rendah., hal ini dibuktikan dengan hasil observasi pra penelitian. Peserta didik yang menunjukkan kemamapuan berpikir sudah efektif hanya sekitar 36% dari 36 peserta didik sehingga diperlukan stimulus salah satunya dengan menggunakan metode yaitu metode inkuiri. Tujuan penelitian ini adalah terdeskripsikannya signifikasi penerapan metode inkuiri untuk meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik dalam pembelajaran agama Islam di kelas VII-C SMPN 2 Samarang Garut.  Adapun metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam PTK hanya mengggunakan rumus-rumus statistik sederhana untuk mencari nilai rara-rata dan persentase ketuntasan belajar.  Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak dua siklus maka terjadi peningkatan kemampuan berpikir pada siklus I menjadi 58%, kemudian mengalami peningkatan lagi pada siklus II menjadi 92%. Dapat dipahami bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir peserta didik dengan signifikasi sebesar 22% dari pra siklus ke siklus I dan sebesar 34% dari siklus I ke siklus II. Maka, secara keseluruhan terdapat peningkatan aktivitas belajar peserta didik dengan signifikasi sebesar 56% dari pra siklus hingga siklus II  dikatakan berhasil dengan kualifikasi baik.


Kata kunci: pendidikan agama islam; kemampaun berpikir; metode inkuiri

Kata Kunci

kemampaun berpikir;metode inkuiri;pendidikan agama islam

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Peningkatan Kemampuan Berpikir Peserta Didik melalui Metode Inkuiri pada Mata Pelajaran PAI Fase D. (2026). MASAGI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 5(1), 17-23. https://doi.org/10.37968/masagi.v5i1.1169

Cara Mengutip

Peningkatan Kemampuan Berpikir Peserta Didik melalui Metode Inkuiri pada Mata Pelajaran PAI Fase D. (2026). MASAGI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 5(1), 17-23. https://doi.org/10.37968/masagi.v5i1.1169

Referensi

  1. Amalia, A., & Pujiastuti, H. (2020). Analisis Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Pada Siswa Smp Ypwks Cilegon Dalam Menyelesaikan Soal Pola Bilangan. Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan, 18(3), 247. https://doi.org/10.31851/wahanadidaktika.v18i3.4370
  2. Asrori, & Rusman. (2020). Classroom Action Reserach Pengembangan Kompetensi Guru. In Pena Persada.
  3. Firmansyah, M. I. (2019). Pendidikan Agama Islam Pengertian Tujuan Dasar Dan Fungsi. Urnal Pendidikan Agama Islam -Ta’lim, 17(2), 79–90.
  4. Hamid, A. (2016). Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Pendidikan Agama Islam, 14(2), 195–206.
  5. Hidayat, R., Mujiburrahman, Habiburrahim, & Silahuddin. (2024). Metode Pembelajaran Pendidikan Islam. EL-Hadhary: Jurnal Penelitian Pendidikan Multidisiplin, 2(01), 34–47. https://doi.org/10.61693/elhadhary.vol201.2024.34-47
  6. Januariawan, I. W., Wisnu Budi Wijaya, I. K., Supadmini, N. K., & Nirmala Dewi, D. (2020). Pengembangan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Melalui Pendekatan Open-Ended. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(2), 125–140. https://doi.org/10.37329/cetta.v3i2.444
  7. Khalishah, N., & Iklilah, N. (2021). Taksonomi Bloom (Revisi): Tujuan Pendidikan dan Implementasinya dalam Pembelajaran Matematika. Prosiding Seminar Nasional Tadris Matematika (SANTIKA), 248–266.
  8. Khusnaya, F. A., & Kusumaningtyas, N. (2022). Analisis Penerapan Metode inkuiri Dalam Pembelajaran Untuk Anak Usia Dini. Wawasan Pendidikan, 2(1), 21–31. https://doi.org/10.26877/wp.v2i1.9566
  9. Lestari, S. (2022). Jurnal Pendidikan dan Konseling model pembelajaran pemprosesan informasi. Pendidikan Dan Konseling, 4(1988), 1349–1358.
  10. Maulidya, A. (2018). Berpikir Asosiatif, yaitu Suatu Ide Merangsang Timbulnya Ide-Ide Lain. Ihya Al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Arab, 1(1), 11–29.
  11. Muhammad. (2021). Ruang Lingkup Ilmu Pendidikan Islam. Kajian Pendidikan Agama Islam, 3(1), 55–65.
  12. Prihantoro, A., & Hidayat, F. (2019). Ulumuddin: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman MELAKUKAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Ulumuddin: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 9(1), 49–60.
  13. Raito, & Azhari, H. H. (2025). Pengaruh Kompetensi Kepribadian Guru Akidah Aklak Terhadap perilaku peserta didik. 04(01), 2–6. https://doi.org/10.37968/masagi.v4i1.905
  14. Raito, & Maruroh, I. (2022). Nilai-Nilai Edukatif dari Peringatan Rebokasan Menurut Kajian Ilmu Pendidikan Islam. Jurnal Masagi, c, 1–8. https://doi.org/10.37968/masagi.v1i1.224
  15. Salamudin, C., & Alidia, P. (2025). Implementasi Model Pembelajaran CTL terhadap kemampuan berfikir refleksi peserta didik pada mata pelajaran Fikih. Jurnal Masagi, 04(01), 1–8. https://doi.org/10.37968/masagi.v4i1.915
  16. Salamudin, C., & Amelia, E. M. (2022). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Sosial Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Terhadap Pengembangan Berpikir Kritis Siswa Di SMAN 14 Garut. c, 1–14. https://doi.org/10.37968/masagi.v1i1.101
  17. Selvia A.H, S., Yensy, N. A., & Susanto, E. (2022). Analisis Tingkat Kognitif Soal pada Buku Mandiri Matematika Terbitan Erlangga Berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi. FARABI: Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 5(1), 30–39. https://doi.org/10.47662/farabi.v5i1.306
  18. Tamrin, M. I. (2018). Pendidikan Non Formal Berbasis Masjid Sebagai Bentuk Tanggung Jawab Umat Dalam Perspektif Pendidikan Seumur HidupDisamping sebagai tempat ibadah masjid juga di gunakan sebagai tempat berkumpulnya orang orang muslim atau sebagai pusat dakwah. MENARA Ilmu, XII(1), 70–79.
  19. Wirabumi, R. (2020). Metode Pembelajaran Ceramah. Annual Conference on Islamic Education and Thought, I(I), 105–113.