Isi Artikel Utama

Abstrak

Tahkim menempati posisi yang penting dalam sejarah politik Islam. Selama ini peristiwa tahkim banyak disajikan dari sudut pandang non-edukatif,seperti politik, sejarah, kebudayaan. Peneliti dalam hal ini mencoba untuk menawarkan gagasan berupa penyajian sejarah peristiwa tahkim ini dari sudut pandang studi nilai-nilai edukatif. Tujuan penelitian ini adalah terdeskripsinya nilai-nilai edukatif yang terdapat pada peristiwa tahkim tersebut, yang kemudian nilai-nilai edukatif tersebut disajikan dengan bingkai kajian ilmu pendidikan Islam.Metode yang digunakan adalah studi riset kepustakaan (library research), selanjutnya dilakukan analisis bacaan dengan menggunakan metode analisis isi (contect analysis). Dalam proses pengumpulan data dilakukan langkah deskriptik analitik dari berbagai sumber seperti buku, artikel dan jurnal pendidikan yang berkorelasi sesuai dengan isi pembahasan pada artikel ini. Dari hasil penelitian yang diperoleh, peneliti menemukan dan memfokuskan terhadap empat nilai edukatif dalam peristiwa tahkim, yaitu nilai agama,ukhuwah Islamiyyah, toleransi, dan moral. Nilai edukatif tersebut bila dihubungkan dengan ilmu pendidikan Islam memiliki tujuan menumbuhkan kesadaran manusia, agar mereka tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang agamis, berkasih sayang, toleran, berakhlak mulia, dan beribadah kepada Allah SWT.


Kata Kunci:Nilai-Nilai Edukatif, TahkimPerang Shiffin

Kata Kunci

Nilai-Nilai EdukatifTahkim Perang Shiffin

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Nilai-Nilai Edukatif Peristiwa Tahkim Perang Shiffin (Kajian Ilmu Pendidikan Islam). (2022). MASAGI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 52-58. https://doi.org/10.37968/masagi.v1i1.103

Cara Mengutip

Nilai-Nilai Edukatif Peristiwa Tahkim Perang Shiffin (Kajian Ilmu Pendidikan Islam). (2022). MASAGI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 52-58. https://doi.org/10.37968/masagi.v1i1.103

Referensi

  1. Al-Husaini, A.-H. (1985). Sejarah Hidup Imam Ali bin Abi Thalib. Toha Putra.
  2. Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.
  3. Cambell, T. S. (1999). Tujuh Teori Sosial (B. Hardiman (ed.); VI). Canisius.
  4. Jalaludin, R. (1999). Metode Penelitian Komunikasi. Rosdakarya.
  5. Kartono, K. (1990). Pengantar Metode Riset Sosial. Mandar Maju.
  6. Miftahur Ridho. (2019). Peristiwa Tahkim (Polemik Perselisihan Politik dan Implikasinya). HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman, 5(1), 57–71. https://doi.org/10.36835/humanistika.v5i1.147
  7. Moleong, L. J. (2000). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT. Remaja Rosdakarya.
  8. Morissan. (2012). Metode Penelitian Survei. Kencana.
  9. Ritzer, G. (2014). Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda (A. I. A. T. Mandan (ed.)). PT. Raja Grafindo Persada.
  10. Shahrastani, A. al-F. M. bin A. al-K. (n.d.). al-Milal wa al-Nihal. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
  11. Soejono. (1999). Metode Penelitian Suatu Pemikiran dan Penerapan. Rineka Cipta.
  12. Soekanto, S. (1983). Beberapa Teori Sosiologi Tentang Struktur Masyarakat. CV. Rajawali Ibn Abi Thalib.
  13. Sopyan, Y. (2016). Tarikh Tasri’, Sejarah Pembentukan Hukum Islam. Gramata Publishing.
  14. Sugiono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
  15. Supriyadi, D. (2008). Sejarah Peradaban Islam. Pustaka Setia.
  16. Usman, H. & P. S. A. (2009). Metodologi Penelitian Sosial. PT Bumi Aksara.