Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya keaktifan peserta didik dalam pembelajaran di kelas. Salah satu model yang dapat meningkatkan keaktifan peserta didik adalah Model Pembelajaran Clasroom Meeting. Namun pada observasi awal ternyata presentase keaktifan belajar peserta didik masih dibawah 50%. Hal ini terlihat dari peserta didik yang belum mampu mepersentasikan hasil kerjanya, turut serta dalam mengerjakan tugas dan belum mampu bertanya pada teman dan pendidik saat tidak memahami persoalan yang sedang dihadapi saat model pembelajaran Classroom Meetingsedang berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrifsikan 1) Model Pembelajaran Classroom Meetingdalam Mata Pelajaran PAI Fase E. 2) Keaktifan Belajar Peserta Didik dalam Mata Pelajaran PAI Fase E. 3) Pengaruh Model Pembelajaran Classroom Meetingterhadap Keaktifan Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran PAI Fase E di SMA IT At-ta’awun Sukaresmi Garut. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, studi dokumentasi, dan kuesioner yang diisi oleh 31 peserta didik yang menjadi sampel dalam penelitian ini, sedangkan pengolahan data dilakukan melalui analisis data statistik dengan regresi linier. Berdasarkan hasil analisis data mengenai model pembelajaran Classroom Meetingdiperoleh rata-rata sebesar 4 dan termasuk kategori “Sangat Baik” hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Classroom Meetingberpengaruh terhadap keaktifan belajar peserta didik. Sedangkan Berdasarkan hasil analisis data mengenai keaktifan belajar peserta didik diperoleh rata-rata sebesar 3,90 dan termasuk kategori “Tinggi” hal ini menunjukkan bahwa penerapan model ini menjadi solusi yang tepat untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik dalam belajar. Berdasarkan uji statistik terdapat Pengaruh Model Pembelajaran Classroom Meetingterhadap Keaktifan Belajar Peserta Didik sebesar 29,7% dan termasuk kategori “Rendah”, sedangkan faktor- faktor lain yang mempengaruhi Keaktifan Belajar Peserta Didik sebanyak 70,3% namun tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata kunci : model pembelajaran classroom meeting, keaktifan belajar, pendidikan agama islam.
Kata Kunci
Rincian Artikel
Hak Cipta (c) 2025 MASAGI : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan naskahnya di Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta atas artikel apa pun di Jurnal Masagi oleh LP2M STAI Al Musaddadiyah Garut berlisensi di bawah Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 / CC BY-ND 4.0
Penulis mengetahui bahwa Jurnal Masagi berhak menerbitkan untuk pertama kalinya dengan Lisensi Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 / CC BY-ND 4.0
Penulis dapat memasukkan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif naskah yang telah diterbitkan di jurnal ini ke dalam versi lain (misalnya dikirim ke tempat penyimpanan institusi penulis, penerbitan dalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah tersebut telah diterbitkan atau pertama kali di Jurnal Masagi
Cara Mengutip
Referensi
- Agustin, M. dkk. (2017). Upaya meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran. Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika, 1(1), 68.
- Haris, A. (2019). Effective Classroom Practices : Exploring Active Learning Approches. Jurnal of Educational Resreach, 2(45), 112–121.
- Hartini, A. (2021). Model Pembelajaran Interaktif : Pengaruh Terhadap Keterlibatan Siswa. Pendidikan Indonesia, 3(19), 130.
- Hasanah, Z., & Himami, A. S. (2021). Model Pembelajaran Kooperatif Dalam Menumbuhkan Keaktifan Belajar Siswa. Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswaaan, 1(1), 1–13. https://doi.org/10.54437/irsyaduna.v1i1.236
- Lestari, D., Hidayati, R. (2020). Pengaruh Keaktifan Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa di Sekolah Menengah. Psikologi Pendidikan, 1(35), 75–88.
- Nuryani. (2019). Penerapan Model Pembelajaran Aktif Dalam Pendidikan Agama Islam. Pustaka Belajar.
- Salam, F. (2017). Classroom Meeting : A Colaborative Learning Strategy In Education. Indonesian Jurnal Of Educational Studies, 4(29), 204–213.
- Santoso, S. (2019). Model Pembelajaran Inovatif di Kelas. Prenadamedia Group.
- Situmorang, I. (2018). Kolaborasi dan Diskusi dalam Pembelajaran : Efek terhadap Keaktifan Belajar Siswa. Pendidikan Dan Pengajaran, 2(22), 98–107.
- Uno, H. H. B. (2010). Model pembelajaran: menciptakan proses belajar mengajar yang kreatif dan efektif. In Jakarta: Bumi Aksara. Bumi Aksara.
Referensi
Agustin, M. dkk. (2017). Upaya meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran. Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika, 1(1), 68.
Haris, A. (2019). Effective Classroom Practices : Exploring Active Learning Approches. Jurnal of Educational Resreach, 2(45), 112–121.
Hartini, A. (2021). Model Pembelajaran Interaktif : Pengaruh Terhadap Keterlibatan Siswa. Pendidikan Indonesia, 3(19), 130.
Hasanah, Z., & Himami, A. S. (2021). Model Pembelajaran Kooperatif Dalam Menumbuhkan Keaktifan Belajar Siswa. Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswaaan, 1(1), 1–13. https://doi.org/10.54437/irsyaduna.v1i1.236
Lestari, D., Hidayati, R. (2020). Pengaruh Keaktifan Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa di Sekolah Menengah. Psikologi Pendidikan, 1(35), 75–88.
Nuryani. (2019). Penerapan Model Pembelajaran Aktif Dalam Pendidikan Agama Islam. Pustaka Belajar.
Salam, F. (2017). Classroom Meeting : A Colaborative Learning Strategy In Education. Indonesian Jurnal Of Educational Studies, 4(29), 204–213.
Santoso, S. (2019). Model Pembelajaran Inovatif di Kelas. Prenadamedia Group.
Situmorang, I. (2018). Kolaborasi dan Diskusi dalam Pembelajaran : Efek terhadap Keaktifan Belajar Siswa. Pendidikan Dan Pengajaran, 2(22), 98–107.
Uno, H. H. B. (2010). Model pembelajaran: menciptakan proses belajar mengajar yang kreatif dan efektif. In Jakarta: Bumi Aksara. Bumi Aksara.
