Isi Artikel Utama

Abstrak

Jual beli yakni suatu kegiatan perjanjian dalam ekonomi disebut bertukaran benda ataupun barang yang mempunyai nilai secara ridho antar kedua belah pihak. Pelaksanaan jual beli oleh masyarakat membutuhkan hukum sebagai tolak ukur guna meciptakan tertib hukum dan menyelesaikan masalah yang pasti timbul pada kegiatan jual beli. Hukum Ekonomi Syariah sebagai solusi dalam menyelesaikan berbagai masalah yang pasti timbul dalam jual beli contohnya Ghisysy(menyembunyikan kecacatan dalam berdagang). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jual beli ditinjau dari aspek sosiologi. Rumusan masalahnya adalah: apa yang disebut dengan sosiologis, apa yang disebut dengan hukum, dan bagaimana kaitannya dengan aspek sosiologis dalam hukum jual beli. Metode dalam penulisan ini menggunakan penelitian studi literatur (Library reseach) dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui tahapan-tahapan: mempelajari, mereduksi, mentabulasi, mengkategorisasi, meninterpretasi, dan menarik kesimpulan. studi ini menemukan bahwa Sosiologi Hukum dalam jual beli adalah materi yang berkaitan dengan hukum dalam konteks sosial, seperti Ghysy, dimana penjual menampilkan suatu barang tidak seperti aslinya. Permasalahan demikian terjadi karena pedagang maupun pembeli tidak mengetahui atau tidak menguasai jual beli yang sesuai dengan syariat Islam, dimana bukan hanya rukun dan syarat saja yang harus terpenuhi, akan tetapi secara asas dan prinsip juga harus terpenuhi.


Kata kunci: Sosiologis; Hukum; Jual Beli

Kata Kunci

Sosiologis; Hukum; Jual Beli

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Aspek Sosiologis Dalam hukum Jual Beli. (2023). Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 1(2), 295-309. https://doi.org/10.37968/jhesy.v1i2.368

Cara Mengutip

Aspek Sosiologis Dalam hukum Jual Beli. (2023). Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 1(2), 295-309. https://doi.org/10.37968/jhesy.v1i2.368

Referensi

  1. Al-Husain, A. (n.d.). al-Maqayis al-Lughah. al-Ittihad al-Kitab al’Arab.
  2. Ali, Z. (2008). Hukum Ekonomi Syariah. Sinar Grafika.
  3. Dr. Erwandi Tarmizi, M. A. (2017). Harta Haram-Muamalat Kontemporer (Keenambela). PT. Berkat Mulia Insani.
  4. Habibullah, E. S. (2017). Hukum Ekonomi Syariah Dalam Tatanan Hukum Nasional. Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam Dan Pranata Sosial, 5(9), 691–710.
  5. Habibullah, E. S. (2018). Prinsip-Prinsip Muamalah. Ekonomi Dan Bisnis Islam, 25–48.
  6. Harisah. (2020a). Revitalisasi Hukum Ekonomi Syariah di Pesantren Madura Sebagai Resolusi Konflik Masyarakat. SALAM; Jurnal Sosial & Budaya Syar-i, 7.
  7. Harisah, D. (2020b). KONSEP ISLAM TENTANG KEADILAN DALAM MUAMALAH Harisah. 3(2), 172–185.
  8. Ibrahim, A., Amelia, E., Akbar Nur Kholis, N., & Aprilliani Utami, S. (n.d.). Pengantar Ekonomi Islam.
  9. Iswandi, A. (2014). Peran Etika Qur’Ani Terhadap Sistem Ekonomi Islam. Al-Iqtishad: Journal of Islamic Economics, 6(1), 143–154. https://doi.org/10.15408/ijies.v6i1.1528
  10. Khallaf, A. W. (1972). Ilmu Ushul Fiqhi. al-Majlis al-‘Ala al-Andulusia li al-Dakwah al-Islamiayah.
  11. Mardani. (2011). Hukum Ekonomi Syariah di Indoneisa. Refika Aditama.
  12. Mukhlas, O. S. (2019). DUal Banking System & Penyelesaian Sengketa Hukum Ekonomi Syariah. REFIKA.
  13. Nasrullah. (2016). Sosiologi Hukum Islam. Pustaka Setika.
  14. PPHIM, P. P. H. I. D. M. M. (2017). Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (Cet. 3). KENCANA.
  15. Saebani, B. A. (2008). Filsafat Hukum Islam. Pustaka Setia.
  16. Sihab, U. (1996). Hukum Islam dan Tranformasi Pemikiran (Cet. 1). Dina Utama.
  17. Soekanto, S. (1989). Mengenal Sosiologi Hukum. Citra Aditiya Bakti.
  18. Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta.
  19. Suhendi, Prof. Dr. H. H. (2016). Fiqh Muamalah (Cetakan ke). PT. Raja Grafindo Persada.
  20. Yasin, M. N. (2018). Politik Hukum Ekonomi Syariah. UIN Malika Press.
  21. Yusuf Qardhawi, P. Z. A. (1997). Norma dan Etika Ekonomi Islam. Gema Insani Press.