Isi Artikel Utama

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep zakat madu sebagai zakat wajib menurut perspektif Abu Hanifah. Madu sebagai salah satu hasil produksi yang memiliki nilai ekonomis menimbulkan perbedaan pandangan di kalangan ulama terkait status kewajiban zakatnya. Fokus penelitian ini adalah mengkaji landasan istinbath hukum yang digunakan Abu Hanifah dalam menetapkan madu sebagai objek zakat. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif terhadap sumber-sumber fikih yang merepresentasikan pemikiran Abu Hanifah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abu Hanifah mewajibkan zakat atas madu dengan menggunakan metode qiyas, yaitu dengan menganalogikan madu kepada hasil pertanian yang memiliki kesamaan illat berupa nilai produktif dan manfaat ekonomi. Penetapan tersebut mencerminkan konsistensi metodologis Abu Hanifah dalam memperluas objek zakat berdasarkan prinsip keadilan dan kemaslahatan. Dengan demikian, zakat madu dalam perspektif Abu Hanifah dipandang sebagai bentuk tanggung jawab sosial yang sejalan dengan tujuan syariat dalam mewujudkan distribusi kekayaan yang lebih merata di tengah masyarakat


Kata kunci: Zakat madu, Abu Hanifah.

Kata Kunci

Abu Hanifahhukum zakatZakat Madu

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Analisis Kewajiban Zakat Madu Menurut Madzhab Abu Hanifah. (2026). Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 5(1), 51-57. https://doi.org/10.37968/jhesy.v5i1.2084

Cara Mengutip

Analisis Kewajiban Zakat Madu Menurut Madzhab Abu Hanifah. (2026). Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 5(1), 51-57. https://doi.org/10.37968/jhesy.v5i1.2084

Referensi

  1. Al-Baladzuri., S. (2015). Futuhul Buldan: Penaklukan negeri-negeri dari Fathu Makkah sampai Negeri Sind (Masturi Irham & Abidun Zuhri, Trans.; Cet. 1). Pustaka Al-Kautsar.
  2. Al-Qaradawi, Y. (1993). Fiqh al-Zakah (Jilid I): Studi Komparatif Zakat, Peraturan dan Filsafat dalam Terang Al-Qur'an dan Sunnah. (Diterjemahkan oleh Dr. Monzer Kahf). Jeddah: Pusat Penerbitan Ilmiah, Universitas Raja Abdulaziz.
  3. Asnaini. (2008). Zakat Produktif dalam Perspektif Hukum Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  4. Baqir, M. (2015). Panduan Lengkap Ibadah Menurut Al-Qur’an, Al-Sunnah dan Pendapat Para Ulama. Jakarta Selatan: PT.Mizan Publika.
  5. Barkah, Q., Azwari, P. C., Saprida, & Umari, Z. F. (2020). Fiqh Zakat,Sedekah dan Wakaf . Jakarta: Prenada Media.
  6. Dakwah, A. D. (2024).
  7. Khairuddin. (2022). ZAKAT DALAM ISLAM Menelisik Aspek Historis, Sosiologis dan Yuridis. Yogyakarta : Zahir Publising,.
  8. Khairuddin. (2022). ZAKAT DALAM ISLAM Menelisik Aspek Historis,Sosiologis dan Yuridis. Jakarta: KENCANA,.
  9. Lutfiyanti, Lutfiyanti, E., & Abadi, M. T. (2024). Pemikiran Ilmuan Ekonomi Klasik (Zayd bin Ali, Abu Hanifah, Abu Yusuf, Abu Ubaid. Jurnal Ilmiah Research Student, 407-414.
  10. Noor Arifin. (2018). "Strategi Penggalangan Zakat Lebah Madu (Studi Kasus pada Peternak Madu di Kabupaten Jepara),. Cimanggis Zakat Journal , 153-161.
  11. Nugroho, A. (2022). Fundraising zakat lebah madu (Studi kasus pada peternak lebah madu di Jepara) . CIMAE Journal.
  12. Pelajar., A. (2008). Zakat Produktif dalam Perspektif Hukum Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  13. RI, K. A. (2019). Al-Qur'an dan Tejemahannya.
  14. Ridlo, A. (2014). Zakat Dalam Perspektif Ekonomi Islam. Al-'adl.
  15. Sabiq, S. (2008). FIQIH SUNNAH . Jakarta Selatan: Cakrawala Publishing.
  16. Sarakhsi, & Al-Din, S. (1993). Al-Mabsut. Beirut: Dar al-Ma‘rifah.
  17. Sari, E. K. (2007). Pengantar Hukum Zakat dan Wakaf. Jakarta: PT. Grasindo.
  18. Suhaeri. (2024). Zakat Madu Menurut Abu Hanifah dan Imam Syafi’i. Jurnal Hukum Ekonomi Islam, 2088-7809.
  19. Syamsuddin Abu Bakar Bin Abi Sahl, A. (2000). Juz 3. Beirut, Lebanon: Darul Fikr.
  20. Waluya, A. H. (2021). FIQIH ZAKAT KLASIK DAN KONTEMPORER. Banyumas:: Wawasan Ilmu.