Isi Artikel Utama

Abstrak

Penelitian ini menganalisis secara kritis komparatif justifikasi larangan dan pengecualian jaminan modal dalam akad Mudharabah instrumen kunci bagi hasil dalam Ekonomi Islam yang berfungsi sebagai akad amanah. Secara fundamental, akad Mudharabah mengharuskan pemilik modal (shahibul māl) menanggung penuh risiko kerugian bisnis. Larangan mutlak terhadap penjaminan modal oleh pengelola (mudhārib) ditegaskan secara ketat melalui kaidah Sadd al-Dzarī‘ah, karena syarat jaminan secara implisit mengubah esensi kemitraan bagi hasil menjadi utang-piutang berbunga yang tergolong riba. Namun, dalam konteks Keuangan Syariah Kontemporer, kebutuhan akan perlindungan harta sebagai bagian dari Maqāṣid al-Sharī‘ah membuka jalan bagi pengecualian terbatas didasarkan pada kaidah Fath al-Dzari’ah yang mengizinkan kewajiban ganti rugi hanya jika kerugian disebabkan oleh kelalaian berat atau penyalahgunaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaidah Sadd dan Fath al-Dzari’ah bekerja secara harmonis sebagai mekanisme pelengkap, yang pertama menjaga integritas akad dari praktik ribawi sementara yang kedua memastikan efisiensi dan keberlanjutan kelembagaan dengan memitigasi risiko etika, sehingga memungkinkan Mudharabah berfungsi secara adil dan aman di pasar modern.


Kata kunci: Fathu Dzari’ah, Mudhârabah, Saddu Dzari’ah

Kata Kunci

Saddu Dzari’ahFathu Dzari’ahMudhârabah

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Kaidah Sadd Al-Dzari’ah dan Fathu Al-Dzari’ah sebagai Dasar Larangan Penjaminan Modal dalam Akad Mudhârabah. (2025). Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 4(2), 145-153. https://doi.org/10.37968/jhesy.v4i2.1728

Cara Mengutip

Kaidah Sadd Al-Dzari’ah dan Fathu Al-Dzari’ah sebagai Dasar Larangan Penjaminan Modal dalam Akad Mudhârabah. (2025). Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 4(2), 145-153. https://doi.org/10.37968/jhesy.v4i2.1728

Referensi

  1. Adinugraha, H. H. (2017). Penerapan kaidah al-ghunm bi al-ghurm dalam pembiayaan mushārakah pada perbankan Syariah. Economica: Jurnal Ekonomi Islam, 8(1), 81–102. https://doi.org/https://doi.org/10.21580/economica.2017.8.1.1827
  2. Alhamdani, A. K., Anggraini, R., & Mubarok, M. Z. (2023). Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Implementasi Khiyar Dalam Jual Beli Online Pada Marketplace Shopee. Iqtishad Sharia: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah & Keuangan Islam, 1(1), 14–31.
  3. Alilia, V. W., Cahyani, D. D., Santosa, S. F. A., & Arifah, M. S. (2025). TANGGUNG JAWAB MUDHARIB TERHADAP KERUGIAN DALAM MUDHARABAH PERSEFEKTIF FIQH MUAMALAH. JISEF: Journal Of International Sharia Economics And Financial, 4(01), 43–58. https://doi.org/https://doi.org/10.33507/labatila.v5i02.127
  4. Amin, R. (2020). Sadd Al-Dzari ’ Ah : Korelasi Dan Penerapannya Dalam. Jurnal Justicia Ekonomi.
  5. Andiyansari, C. N. (2020). Akad Mudharabah dalam Perspektif Fikih dan Perbankan Syariah. SALIHA: Jurnal Pendidikan Islam, 3(2), 42–54. https://mail.staitbiasjogja.ac.id/jurnal/index.php/saliha/article/view/80
  6. Arifin, H. Z., & SH, Mk. (2022). Konstruksi Hukum Jaminan Syariah dalam Akad Pembiayaan Mudharabah di Era Revolusi Industri 4.0 (Teori dan Studi Komparatif). Penerbit Adab.
  7. Harahap, N. (2022). Saddu Al-Dzari’Ah Muamalah. Jurnal Bisnis Net, 2(3), 78–87.
  8. Harahap, S. B. (2024). Akad Dalam Kerjasama Mudharabah,Musyarakah/Syirkahdalam Perspektif Fiqh Muamalah. Petra; Journal of Islamic Studies and Social, 1(1), 1–15.
  9. Hidayah, P. N., Said, N. Y. S., & Jubaedah, D. (2024). Analisis Keadilan dalam Akad Mudharabah: Perspektif Hukum Islam dan Regulasi Perbankan Syariah di Indonesia. ISLAMICA, 8(2), 27–37. https://doi.org/https://doi.org/10.59908/islamica.v8i2.133
  10. Maulida, M., Syabani, S. B., Sarhan, M. H., Fauzan, M., & Ananda, A. R. (2024). Sadd Al-Dzari’ah: Prinsip-Prinsip Pencegahan Dalam Hukum Islam. Jurnal Cendikia ISNU SU, 1(3), 221–226. https://doi.org/https://doi.org/10.70826/jcisnu.v1i3.525
  11. Nadzary Al Awaly, V., Vebriyanti, V., & Khasanah, K. (2024). Analisis Konsep Uang Dan Kebijakan Ekonomi Moneter Dalam Perspektif Ekonomi Islam. Jma (Jurnal Media Akademik), 2(5), 3031–5220.
  12. Rufaida, E. R. (2024). Profit and Loss Sharing: Konsep dalam Perspektif Islam dan Teori Perbankan Syariah. Abdurrauf Social Science, 1(2 SE-Articles), 126–144. https://doi.org/10.70742/arsos.v1i2.36
  13. Sardari, A., & Rinaldy, A. (2025). Perbandingan Konseptual dan Praktis antara Akad Musyarakah dan Mudharabah dalam Pembiayaan Syariah: Telaah Risiko dan Nilai Keadilan. Maqrizi: Journal of Economics and Islamic Economics, 5(1 SE-Articles). https://doi.org/10.30984/maqrizi.v5i1.1506
  14. Setiawan, M. A. (2019). Standar Akuntansi Mudharabah (PSAK 105), AAOIFI dan Urgensinya Pada Lembaga Keuangan Syariah. Jurnal Masharif Al-Syariah: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah, 4(2). https://journal.um-surabaya.ac.id/Mas/article/view/3047
  15. Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Alfabeta.
  16. Widiastuti, D., Mukhlas, O. S., & Mustofa, M. (2025). Istinbath Al-Ahkam dalam Konteks Maqasid Al-Shariah dan Relevansinya Terhadap Desain Kebijakan Ekonomi Islam Inklusif. ISLAMICA, 9(1), 65–78. https://doi.org/https://doi.org/10.59908/islamica.v9i1.165