Isi Artikel Utama

Abstrak

Transaksi jual beli merupakan aktivitas ekonomi yang sangat umum terjadi dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam jual beli buah-buahan. Namun, dalam praktiknya sering ditemukan ketidaksesuaian harga antara yang disepakati dan yang dibayarkan, baik karena kesalahan informasi, kurangnya kejelasan akad, maupun adanya unsur ketidakterbukaan dari salah satu pihak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketidaksesuaian harga dalam transaksi jual beli buah-buahan ditinjau dari perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pelaku usaha, pembeli, serta tokoh agama, dan dilengkapi dengan studi pustaka terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Analisis dilakukan dengan menggunakan prinsip-prinsip dasar Hukum Ekonomi Syariah seperti keadilan ('adl), keterbukaan (transparency), dan kesepakatan bersama (antaradhin). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksesuaian harga dalam transaksi jual beli buah-buahan berpotensi menimbulkan ketidakadilan dan mengarah pada praktik yang bertentangan dengan prinsip syariah. Dalam Hukum Ekonomi Syariah, kejelasan harga merupakan syarat sah dalam jual beli (ba'i), dan setiap bentuk penipuan atau informasi yang tidak jelas dapat dikategorikan sebagai gharar (ketidakpastian), yang dilarang dalam Islam. Oleh karena itu, untuk menciptakan transaksi yang adil dan sesuai syariah, diperlukan transparansi, kejelasan akad, serta edukasi kepada para pelaku usaha tentang etika jual beli dalam Islam.


Kata kunci: hukum ekonomi syariah, jual beli, ketidaksesuaian harga, buah-buahan.

Kata Kunci

Buah - Buahan;Hukum Ekonomi Syariah; Jual Beli;Ketidaksesuaian Harga;

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Analisis Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Ketidaksesuaian Harga Dalam Transaksi Jual Beli Buah-Buahan. (2025). Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 4(2), 136-144. https://doi.org/10.37968/jhesy.v4i2.1656

Cara Mengutip

Analisis Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Ketidaksesuaian Harga Dalam Transaksi Jual Beli Buah-Buahan. (2025). Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 4(2), 136-144. https://doi.org/10.37968/jhesy.v4i2.1656

Referensi

  1. Alqawardi, Y. (1997). Norma Dan Etika Ekonomi Syariah (jakarta: gema insan press.
  2. Aziz, A. (n.d.). Prinsip-Prinsip Ekonomi ISlam. Kencana Prenadamedia Group.
  3. Chapra, M. U. (n.d.). Ekonomi Islam Suatu Kajian Kontemporer. gema insani.
  4. Citra Andanari. M, Achmad Abubakar, H. B. (2023). Prinsip Kejujuran Dalam Jual Beli Menurut Perspektif Al-Qur’an. JCI, Vol 2(No 6).
  5. Djuwaini, D. (2008). Fiqh Muamalah. Pustaka Pelajar.
  6. Ghofur, A. (2017). Pengantar Ekonomi Syari’ah. PT Raja Grafindo Persada.
  7. Haroen, N. (2007). Fiqh Muamalah. Gaya Media Persada.
  8. Irfan Syauqi Beik. (2014). Pengantar Ekonomi Syariah. Kencana Prenadamedia Group.
  9. Kemenag, Q. (n.d.). Al Qur’an dan Terjemahnya.
  10. Kemenag, Q. (2019). Al-Quran Dan Terjemahnya Edisi Penyempurnaan. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
  11. Misbahuddin, L. (2014). Dimensi Keilmuan Dalam Al-Qur’an. Jurnal At - Taqaddam, 6, 347.
  12. Misno, A. (2022). Fiqh Muamalah Al-Maaliyah Hukum Ekonomi Dan Bisnis Syariah. Bintang Semesta Media.
  13. Nur Wahid. (2022). Hukum Ekonomi Syariah di Indonesia: Teori dan Regulasi. Bandung.
  14. Putri, E. I. S. and M. T. (2022a). Kajian Kategori Penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syari’ah. Jurnal Hesy, 4.
  15. Putri, E. I. S. and M. T. (2022b). Kajian Kategori Penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syari’ah. Jhesy, 4.
  16. Shihab, M. Q. (1998). Wawasan Al-Qur‟an; Tafsir Maudhu‟i atas berbagai Persoalan Umat. Mizan.
  17. Sohari Sahrani, R. A. (2011). Fiqh Muamalah (Cet Ke 1). Ghalia Indonesia.
  18. Syarifuddin, A. (2020). Pengertian dan Sumber Hukum Islam. Filsafat Hukum Islam, hlm. 17-18.
  19. UII, P. P. dan P. E. I. (P3EI). (2012). Ekonomi Islam. PT Raja Grafindo Persada.
  20. Wahbah Zuhaili, 2008, Al Fiqhu Asy-Syafi‟i Al Muyassar, Darul Fikr, Beirut. Diterjemahkan oleh Muhammad Afifi, A. H. (2010). Fiqh Imam Syafi’i. Almahira.