Isi Artikel Utama

Abstrak

Praktik gadai merupakan salah satu bentuk perjanjian dalam muamalah yang bertujuan memberikan jaminan atas utang. Namun, dalam kenyataannya, sering terjadi penyimpangan, salah satunya adalah pengalihan barang gadai tanpa sepengetahuan pemilik. Fenomena ini cukup sering ditemukan di Desa Karangtengah, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, di mana barang gadai seperti sepeda motor dialihkan oleh penerima gadai (murtahin) kepada pihak ketiga tanpa persetujuan pemilik asli (rahin). Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana ketentuan hukum Islam mengatur hak gadai dan perlindungan terhadap pemilik, bagaimana praktik pengalihan barang gadai di masyarakat setempat, serta bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktik tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai status hukum pengalihan barang gadai menurut syariah, sekaligus menilai dampaknya terhadap keadilan dan amanah dalam transaksi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara dengan masyarakat dan pengumpulan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalihan barang gadai tanpa izin melanggar prinsip syariah, termasuk kaidah ghasab (mengambil hak orang lain tanpa izin), dan mencerminkan lemahnya kesadaran hukum masyarakat. Kesimpulannya, praktik ini tidak sah menurut hukum Islam. Oleh karena itu, diperlukan edukasi hukum, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penerapan akad tertulis untuk menjaga keadilan dan kepercayaan dalam transaksi gadai.


Kata Kunci:Gadai; Pengalihan; Hukum Islam; Amanah; Ghasab.

Kata Kunci

Amanah;Gadai;Ghasab;Hukum Islam;Pengalihan.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Tinjauan Hukum Islam Tentang Pengalihan Barang Gadai Tanpa Sepengetahuan Pemiliknya. (2026). Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 5(1), 128-139. https://doi.org/10.37968/jhesy.v5i1.1626

Cara Mengutip

Tinjauan Hukum Islam Tentang Pengalihan Barang Gadai Tanpa Sepengetahuan Pemiliknya. (2026). Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 5(1), 128-139. https://doi.org/10.37968/jhesy.v5i1.1626

Referensi

  1. 2021, Data Kependudukan Bulan September. 2021. “Pemerintah Desa Karangtengah.”
  2. “Abu Dawud, No. 3534.”
  3. Ad-Daraquthni, Kitab: Musnad Asy-Syafi’i dan Sunan. “HR. Asy-Syafi’i Ad-Daraquthni.”
  4. Agama, Kementerian. “Qur’an Kemenag Qs. Al Baqarah Ayat 275.” Timur: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
  5. Al-Iqtishad. 2019. “Praktik Gadai Dalam Perspektif Hukum Islam.” Journal of Islamic Economics 8(1).
  6. “Al-Mughni.” 1997. Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah 4: Ibnu Qudamah.
  7. Al-Suyuthi. 1990. “Al-Ashbah Wa Al-Nazhair.” Dar al-Kutub al-Ilmiyyah,: 59.
  8. Al-Zarqa’, Mustafa Ahmad. 1967. “Al-Madkhal Al-Fiqhi Al-‘Am.” Beirut: Dar al-Fikr (1): 275–276.
  9. Al-Zuhaili, Wahbah. “Al-Fiqh Al-Islami Wa Adillatuhu.” Damaskus: Dar al-Fikr, 1989 (4): 5–6.
  10. ———. “Fiqh Al-Islami Wa Adillatuhu, Jilid 5, Tentang Bab Rahn.”
  11. Al-Zuhayli, Wahbah. 1997. “Fiqh Al-Islami Wa Adillatuhu.” Damascus: Dar al-Fikr 2(1): 125.
  12. Angka, Garut Dalam. 2017. “Badan Pusat Statistik Kabupaten Garut.”
  13. Antonio, Muhammad Syafi’i. 2001. “Bank Syariah: Dari Teori Ke Praktik.” Jakarta: Gema Insani.
  14. “Arsip Pemerintahan Hindia Belanda Dan Catatan Sejarah Lokal Garut.” 1920.
  15. As-Suyuthi. 2003. “Al-Asybah Wa an-Nazha’ir.” Beirut : Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah: 60.
  16. Az-Zuhaili, Wahbah. 1989. “Al-Fiqh Al-Islami Wa Adillatuhu.” Damaskus: Dar al-Fikr 5.
  17. “Diriwayatkan Oleh Imam Ahmad Dalam Musnad Ahmad, Nomor Hadis 20172. Diriwayatkan Pula Oleh Ibnu Hibban Dalam Shahih Ibnu Hibban, Nomor Hadis 493. Dishahihkan Oleh Syaikh Al-Albani Dalam Shahih Al-Jami’, Nomor Hadis 7662.”
  18. Edi Mulyono, Hidayat Darussalam, and Muhammad Nikman Naser. 2023. “Penghentian Akad Gadai Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah.” DIES: Journal Of Dalwa Islamic Economic Studies 2 1: 33–50.
  19. “Fatwa DSN-MUI No. 25/DSN-MUI/III/2002 Tentang Rahn.”
  20. Garut, Disbudpar. 2020. “Dokumentasi Produk Lokal Dan Kuliner Tradisional.”
  21. Garut, Gambaran Umum Kabupaten. 2020. “Pemerintah Kabupaten Garut.”
  22. Hardani, Nur Hikmatul Aulia, Dkk. 2020. “Metode Penelitian Kualitatif Fan Kuantitatif.” Yogyakarta : CV Pustaka Ilmu: 161.
  23. Hidayat, M. 2020. “Praktik Gadai Dan Penyimpangannya Dalam Hukum Ekonomi Islam.” Bandung: Pustaka Cendekia: 157.
  24. “Https://Karangtengah.Desasiaga.Id/First/Statistik/3.”
  25. Kadungora, Profil Kecamatan. 2021. “Pemerintah Kabupaten Garut.” Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
  26. Kadungora, Statistik Daerah Kecamatan. 2021. “Badan Pusat Statistik Kabupaten Garut.”
  27. Kementerian Agama. “Qur-an Kemenag : Qs. Al-Baqarah Ayat 282.” Timur: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
  28. ———. “Qur-an Kemenag : Qs. Al-Baqarah Ayat 283.” Timur: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
  29. ———. “Qur-an Kemenag : Qs. Al-Ma’idah Ayat 1.” Timur: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
  30. ———. “Qur-an Kemenag : Qs. Al-Maidah Ayat 1.” Timur: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
  31. Kurniawan, A. 2021a. “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Gadai Konvensional Di Masyarakat.” Jurnal Hukum Ekonomi Syariah 9(2): 128.
  32. Kurniawan, A. 2021b. “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Gadai Konvensional Di Masyarakat.” Jurnal Hukum Ekonomi Syariah 9(2): 125–135.
  33. ———. 2021c. “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Gadai Konvensional Di Masyarakat.” Jurnal Hukum Ekonomi Syariah 9: 125.
  34. Manan, Abdul. 2009. “Aspek Hukum Dalam Ekonomi Islam.” Jakarta: Kencana.
  35. Nurdin, Ridwan. 2011. “Fiqih Muamalah Dalam Perspektif Islam.” Jakarta: Rajawali Pers.
  36. Qudamah, Ibnu. 1992. “Al-Mughni.” Beirut: Dar al-Fikr 6: 448.
  37. Rahman, A. 2018. “Hukum Perjanjian Di Indonesia.” Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia: 102.
  38. Sabiq, Sayyid. 1994. “Fiqih Sunnah.” Al-Fath Li I’lam al-Arabi 3.
  39. Salim, H. 2015. “Hukum Gadai Dan Jaminan Dalam Perspektif Hukum Islam,.” Jurnal Hukum Islam dan Ekonom 7(1): 90.
  40. Salim, H. S. 2015. “Hukum Gadai Dan Jaminan Dalam Perspektif Hukum Islam.” Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi 7(1): 87–93.
  41. Sunarsa, Sasa. 2022a. “Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Tentang Transaksi Penangguhan Bahan Bangunan Dengan Uang Di Muka.” Journal of Hukum Ekonomi Syariah (JHESY) 2(2): 45.
  42. ———. 2022b. “Tinjauan Hukum Islam Tentang Mekanisme Transaksi E-Wallet.” Journal of Hukum Ekonomi Syariah (JHESY) 2(1): 15.
  43. ———. 2023. “Analisis Fatwa Dewan Syariah MUI Tentang Akad Bagi Investor Emas via Platform Bareksa.” Journal of Hukum Ekonomi Syariah (JHESY) 3(1): 67.
  44. Syarifuddin, Amir. 2004. “Garis-Garis Besar Fiqh.” Jakarta: Kencana.
  45. ———. “Hukum Perjanjian Islam Di Indonesia.” Jakarta: Kencana, 2006: 45.
  46. Syaripudin, Enceng Iip. 2015. “Hukum Islam Dalam Konteks Sosial Kemasyarakatan.” Bandung: CV Pustaka Setia: 45.
  47. ———. 2018. “Pengantar Fiqh Muamalah.” Jakarta: Rajawali Pers: 67.
  48. “Wawancara Bersama Saudara Agus Solahudin, Muhamad Nasihin Dan Abdul Wahab. Di Kediamannya, Pada Jum’at, 30 Mei 2025.”