Isi Artikel Utama

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam perspektif ekonomi Islam dan menelaah relevansinya dengan tujuan Maqashid Syariah. IPM sebagai indikator pembangunan yang mencakup dimensi pendidikan, kesehatan, dan pendapatan menggambarkan tingkat kualitas hidup masyarakat. Dalam ekonomi Islam, pembangunan manusia dipahami secara lebih komprehensif, meliputi kesejahteraan material, spiritual, dan moral, sehingga indikator IPM memiliki titik temu dengan nilai-nilai inti syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka, dengan mengkaji berbagai literatur terkait IPM, prinsip ekonomi Islam, dan konsep Maqashid Syariah.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen IPM memiliki keterkaitan signifikan dengan lima tujuan utama Maqashid Syariah, yaitu penjagaan agama (hifzh al-din), jiwa (hifzh al-nafs), akal (hifzh al-‘aql), keturunan (hifzh al-nasl), dan harta (hifzh al-mal). Keterkaitan ini menegaskan bahwa pembangunan manusia versi IPM dapat diperkuat melalui pendekatan syariah agar tidak hanya berorientasi pada peningkatan angka-angka statistik, tetapi juga pada pembentukan kualitas manusia yang beretika, berdaya, dan berkeadilan. Oleh karena itu, integrasi IPM dengan prinsip Maqashid Syariah dapat menjadi strategi yang relevan dan aplikatif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan nilai-nilai Islam.


Kata kunci: Indeks Pembangunan Manusia, Ekonomi Islam, Maqashid Syariah, Pembangunan Berkelanjutan, Kesejahteraan.

Kata Kunci

Ekonomi Islam;Indeks Pembangunan Manusia;Maqashid Syariah;Kesejahteraan;Pembangunan Berkelanjutan.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Analisis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam Perspektif Ekonomi Islam: Studi Konseptual dan Relevansinya terhadap Tujuan Maqashid Syariah. (2025). Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 4(2), 197-203. https://doi.org/10.37968/jhesy.v4i2.1612

Cara Mengutip

Analisis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam Perspektif Ekonomi Islam: Studi Konseptual dan Relevansinya terhadap Tujuan Maqashid Syariah. (2025). Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 4(2), 197-203. https://doi.org/10.37968/jhesy.v4i2.1612

Referensi

  1. Arif, M. (2020). Relevansi Maqashid Syariah terhadap Pembangunan Ekonomi Islam. Jurnal Ekonomi Syariah, 8(2), 101–112.
  2. Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. International Institute of Islamic Thought (IIIT). (Referensi jurnal buku kajian maqashid sebagai teori).
  3. Bahri, S. (2021). Indeks Pembangunan Manusia dalam Perspektif Islam: Pendekatan Maqashid Syariah. Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, 13(1), 55–68.
  4. Hameed, S. (2009). Development and Human Welfare: An Islamic Perspective. Islamic Economic Studies, 17(2), 45–72.
  5. Hasan, Z. (2011). Maqasid al-Shari‘ah in Islamic Finance: An Appraisal. International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, 4(3), 237–258.
  6. Hudaefi, F. A. (2020). Dimensions of Islamic Social Finance: The Roles of Zakat, Waqf, and Islamic Microfinance in Advancing the SDGs. Journal of Islamic Monetary Economics and Finance, 6(Special Issue), 137–158.
  7. Ihsan, H., & Ibrahim, H. (2011). Economic Justice and Maqasid al-Shariah: The Islamic View on Distributive Justice. International Journal of Business and Social Science, 2(4), 17–24.
  8. Kamal, M., & Yusof, M. (2017). Human Development Index from Islamic Perspective: A Conceptual Approach. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 7(6), 412–421.
  9. Latif, M. (2019). Implementasi Maqashid Syariah dalam Indeks Pembangunan Manusia: Analisis terhadap Kesejahteraan Masyarakat Muslim. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam (JEBI), 5(2), 211–224.
  10. Lubis, R. M., & Munawar, M. (2022). Konsep Pembangunan Manusia dalam Perspektif Ekonomi Islam dan Indeks Maqashid Syariah. ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam, 13(1), 1–12.
  11. Maulana, M. I., & Rosyidi, S. A. (2020). Pengukuran Maqashid Index terhadap Indeks Pembangunan Manusia pada Negara-Negara OKI. Jurnal Ekonomi Islam Indonesia, 10(2), 185–200.
  12. Nurhadi, M., & Sofianto, A. (2021). Indeks Maqashid Syariah sebagai Alat Ukur Kesejahteraan: Alternatif dari Indeks Pembangunan Manusia. Jurnal Ekonomi Islam Al-Infaq, 12(1), 77–90.
  13. Rini, S., & Kurniawati, D. (2023). Perbandingan Indeks Pembangunan Manusia dan Indeks Maqashid Syariah di Negara Mayoritas Muslim. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 9(1), 33–45.
  14. Syaripudin, E. I., & Laili Ahad, T. (2022). Analisis Hukum Islam tentang Akad Endorsement. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (JHESY), 1(1), 82–92. https://doi.org/10.37968/jhesy.v1i1.119
  15. Syaripudin, E. I. M., & Nurul, A. (2022). Mekanisme Transaksi Gadai Perspektif Hukum Ekonomi Syari ’ Ah. Jhesy, 01(01), 1–8. https://journal.stai-musaddadiyah.ac.id/index.php/jhesy/article/download/169/62
  16. Syaripudin, E. I., & Mawarni, A. H. (2023). Mekanisme Jual Beli Emas Online Melalui Aplikasi (Pluang) Persfektif Hukum Ekonomi Syari’Ah. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (JHESY), 2(1), 71–83. https://doi.org/10.37968/jhesy.v2i1.429
  17. Syaripudin, E. I., & Putri, M. T. (2022). Kajian Kategori Penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syari’ah. Jurnal JHESY, 01, 1–9.
  18. Wahyuni, S., & Rahmawati, R. (2018). Evaluasi IPM dengan Pendekatan Maqashid Syariah di Provinsi Jawa Barat. Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah, 10(2), 121–134.
  19. Yusuf, M. A., & Abdurrahman, A. (2019). Human Development and Islamic Ethics: Rethinking the Goals of Development. Journal of Islamic Economics, Banking and Finance, 15(3), 112–125.