Isi Artikel Utama

Abstrak

Murābaḥah merupakan salah satu instrumen penting dalam pembiayaan syariah, namun seringkali dipersepsikan tidak berbeda dengan kredit konvensional. Isu seperti penggunaan akad wakālah dan ketidakjelasan kepemilikan barang oleh bank menyebabkan akad ini kerap disamakan dengan praktik jual beli ‘īnah yang dinilai sebagai bentuk riba terselubung. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana keabsahan dan perbedaan antara jual beli ‘īnah dan murābaḥah li al-āmir bi al-shirā’ dalam perspektif hukum ekonomi syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan dengan pendekatan normatif-konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua akad memiliki struktur mirip, terdapat perbedaan signifikan dari sisi konsep, hukum, dan ‘illat-nya. Murābaḥah li al-āmir bi al-shirā’ dinilai lebih sesuai dengan prinsip-prinsip syariah seperti transparansi dan penghindaran riba. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembiayaan syariah yang sejalan dengan tujuan utama syariat.


Kata kunci: Jual Beli ‘Īnah, Murābaḥah li al-Āmir bi al-Shirā’, Hukum Ekonomi Syariah,

Kata Kunci

Hukum Ekonomi Syariah;Jual Beli ‘Īnah;Murābaḥah li al-Āmir bi al-Shirā’;

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Studi Komparatif Antara Jual Beli ‘Īnah Dan Murābaḥah Li Al-Āmir Bi Al-Shirā’ Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah. (2025). Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 4(1), 93-100. https://doi.org/10.37968/jhesy.v4i1.1346

Cara Mengutip

Studi Komparatif Antara Jual Beli ‘Īnah Dan Murābaḥah Li Al-Āmir Bi Al-Shirā’ Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah. (2025). Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 4(1), 93-100. https://doi.org/10.37968/jhesy.v4i1.1346

Referensi

  1. AAOIFI. (2017). Al-Ma’ayiir As-Syar’iyyah. King Fahd National Library.
  2. Abdurrahman Bouhejah. (2021). The Maliki school of thought in the Murabaha sale to the one who ordered the purchase in Islamic banks. 379–394.
  3. An-Nawawi, M. A.-D. (1991). Rhaudhatu At-Tholibin wa ’Umdatu Al-Muftin. In Jilid III. Al-Maktab Al-Islami.
  4. Asyari, N. A. (2018). Istinbath Hukum Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia Tentang Murabahah. Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta.
  5. Dayyan, M. (2022). Rekonstruksi akad pembiayaan murabahah pada perbankan syariah di aceh. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
  6. Diyat, A. A. (2009). Syubuhat wa Rudud ala bai’ murabahah lil amir bi al syira kama Tajriihi al-Masharif Al-Islamiyyah.
  7. Iskandar, A., Wijaya, H., & Aqbar, K. (2021). Analisis Shariah Compliance Praktik Murabahah Lil Aamir Bisy-Syiraa’ pada Bank Syariah di Indonesia. Media Syari’ah : Wahana Kajian Hukum Islam Dan Pranata Sosial, 22(2), 114. https://doi.org/10.22373/jms.v22i2.8029
  8. Majma’ Fiqh Islami. (1988). Qarar bi Sya’ni Al-murabahah Lil-Amir bi Al-Syira’.
  9. Marwal, M. I. (2010). Rekonstruksi Murabahah Sebuah Ijtihad Solusi Pembiayaan. Jurnal Tatwiir, 1–8.
  10. Mulyawisdawati, R. A., & Afif, M. (2018). Jual Beli Model ‘ Inah di Lembaga Keuangan Syariah: Tinjauan Konsep, Hukum dan Implementasi. Falah Jurnal Ekonomi Syariah, 3(1), 67–77.
  11. OJK (Otoritas Jasa Keuangan). (2016). Standar Produk Perbankan Syariah (S. B. Utomo (ed.)).
  12. Rahmadi. (2011). Pengantar Metodologi Penelitian. In Syahrani (Ed.), Antasari Press. Antasari Press.
  13. Sahla, H., Inayah, H., & Sudiarti, S. (2023). Implementasi Akad Wakalah di Lembaga Keuangan Syariah. Jurnal Ekonomi Syariah Pelita Bangsa, 8(2), 232–238.
  14. Sugiarto. (2016). Pedoman Produk Murabahah. Otoritas Jasa Keuangan, 4(1), 1–23.
  15. Syaripudin, E. I., & Badruzzaman, P. (2022). Jual Beli Followers Di Media Sosial Instagram Tentang Transaksi Elektronik Dalam Pandangan Hukum Islam. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (JHESY), 1(1), 38–45. https://doi.org/10.37968/jhesy.v1i1.170
  16. Utsman, S. (2014). Metode Penelitian Hukum Progresif. In Metode Penelitian Hukum (Issue March 2018).
  17. Za, I. (2020). Concept & Application of Baiʻ al - Īnah in Islamic Banking in Indonesia and Malaysia. Justicia, 16(2), 80–94.