Isi Artikel Utama

Abstrak

Penelitian ini membahas implementasi akad Murabahah pada proses pembiayaan serta penyelesaian kendala seperti pembiayaan macet dan wanprestasi di KSPPS BMT Amanah Ummah. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui sumber primer seperti observasi dan wawancara, serta sumber sekunder berupa arsip BMT AUM, studi pustaka, dan informasi dari media sosial. Analisis data dilakukan melalui teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akad Murabahah di BMT Amanah Ummah telah sesuai dengan ketentuan dalam KHES pasal 116–133 dan Fatwa DSN MUI No.04/DSN-MUI/IV/2000, baik dalam aspek pembiayaan, angsuran, penyelesaian kredit macet, maupun penyediaan barang jaminan. Penerapan tersebut mencerminkan komitmen BMT Amanah Ummah dalam menegakkan prinsip-prinsip syariah secara tertib dan profesional. Selain itu, mekanisme penyelesaian pembiayaan bermasalah dilakukan melalui pendekatan musyawarah serta merujuk pada ketentuan hukum ekonomi syariah. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya peran fatwa DSN MUI dan KHES sebagai pedoman operasional lembaga keuangan syariah. Hasil temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan praktis bagi koperasi syariah lain dalam mengelola akad Murabahah. Dengan demikian, integrasi regulasi syariah dalam praktik keuangan dapat semakin optimal dan berkelanjutan.


Kata kunci: Akad Murabahah, Kspps, Bmt Amanah Ummah, Fatwa DSN MUI, KHES

Kata Kunci

Pembiayaan MacetAkad MurabahahRiba

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Analisis Implementasi Akad Murabahah di KSPPS BMT Amanah Ummah Berdasarkan Fatwa DSN dan KHES . (2025). Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 4(1), 101-108. https://doi.org/10.37968/jhesy.v4i1.1290

Cara Mengutip

Analisis Implementasi Akad Murabahah di KSPPS BMT Amanah Ummah Berdasarkan Fatwa DSN dan KHES . (2025). Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 4(1), 101-108. https://doi.org/10.37968/jhesy.v4i1.1290

Referensi

  1. Ahmad Hasan Ridwan. (2023). Manajemen Baitul Maal wa Tamwil (BMT). Pustaka Setia.
  2. Anas Alhifni. (2019). Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Sebagai Lembaga Pemberdaya Ekonomi Ummat: Teori & Aplikasi Hasil Riset. PT Indeks Permata Puri Media.
  3. Hery. (2021). Akuntansi Syariah. Gramedia Widiasarana Indonesia.
  4. Kamaruddin Batubara. (2025). Buku Panduan Simpan, Pinjam & Pembiayaan Model BMI Syariah – New Edition. Elex Media Komputindo.
  5. Kementerian Agama. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahnya. Lajnah Pentashihan Msuhaf Al-Qur’an.
  6. Rivai, H. V. (2008). Islamic Financial Management. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  7. Sholahuddin, M. (2011). Kamus Istilah Ekonomi, Keuangan dan Bisnis Syariah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  8. Syaripudin, E. I., & Patonah, F. (2023). Analisis maqashid Syariah tentang Efektivitas pelaksanaan program bantuan sosial usaha mikro kecil dan menengah ( studi kasus desa mekarmukti kec. Cilawu kab. Garut). Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (JHESY), 1(2), 327–337. https://doi.org/10.37968/jhesy.v1i2.366
  9. Dewi Masyithah, Novita, Jurnal Analisis Normatif Undang-Undang No.1Tahun 2013 Tentang Lembaga Keuangan Makro (LKM) atas Status Badan Hukum dan Pengawasan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Volume V/Edisi 2/Oktober 2014.
  10. Fatwa No.04. DSN-MUI/IV/2000
  11. Hamid, Arifin, Membumikan Ekonomi Syariah di Indonesia (perspektif sosio-yuridis) elSas Jakarta, Desember 2006.
  12. Jularso, BMT Summit 2012, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta 2012.
  13. KHES Pasal 116-133
  14. Majalah Warta Ekonomi Edisi No.08/XXV/2013
  15. Nur Hanifa, Luthfia, dkk. Analisis Akses Pembiayaan dan Penerapan Murabahah pada BMT Amanah Ummah Gumpang,. Jurnal Al-Kharaj Vol.6 No.5 (2024)
  16. Sholahuddin, Muhammad, Kamus Istilah Ekonomi, Keuangan dan Bisnis Syariah PT. Gramedia Pustaka Utama, Anggota IKAPI, Jakarta 2011.
  17. Veithzal Rivai, H, Islamic Financial Management Raja Grafindo Persada, (Jakarta: 2008)