Isi Artikel Utama

Abstrak

Penggunaan media digital saat ini merupakan suatu kebutuhan dalam berbagai aspek kehidupan tidak terlepas aspek pendidikan, dimana Guru dituntut untuk memiliki pemahaman dan kemampuan memanfaatan media digital dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman literasi digital Guru PAUD di sekolah yang bukan menjadi bagian dari program sekolah penggerak. Kemampuan digital dan pemahaman mengenai literasi digital Guru PAUD saat ini sudah menjadi salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh Guru. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dimana hasil dari penelitian ini adalah gambaran nyata dari pemahaman literasi digital Guru PAUD yang bukan bagian dari program sekolah penggerak. Proses pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Grounded Theory. Subjek dari penelitian adalah Guru yang mengajar di TK Plus An-Naafi Garut. Kompetensi literasi digital Guru PAUD perlu untuk ditingkatkan agar dapat memanfaatkan media digital sebagai bahan ajar dengan baik dan optimal. Hasil penelitian dalam penelitian ini mengenai pemahaman literasi digital guru PAUD terindikasi baik. Hal itu dilihat dari Guru mampu mengakses informasi, menyeleksi informasi, memahami informasi, dan mendistribusikan informasi.


 Kata kunci: Guru, Literasi Digital, Pendidikan Anak Usia Dini

Kata Kunci

Kata kunci: literasi digital, guru, pendidikan anak usia dini

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Pemahaman Literasi Digital Guru PAUD Di Sekolah Bukan Sekolah Penggerak (Studi Kasus Di TK Plus An-Naafi Garut). (2025). Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini : Anaking, 3(2), 14-19. https://doi.org/10.37968/anaking.v3i2.895

Cara Mengutip

Pemahaman Literasi Digital Guru PAUD Di Sekolah Bukan Sekolah Penggerak (Studi Kasus Di TK Plus An-Naafi Garut). (2025). Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini : Anaking, 3(2), 14-19. https://doi.org/10.37968/anaking.v3i2.895

Referensi

  1. Asari, A., Kurniawan, T., Ansor, S., & Bagus, N. R. P. (2019). Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi KOMPETENSI LITERASI DIGITAL BAGI GURU DAN PELAJAR DI LINGKUNGAN SEKOLAH KABUPATEN MALANG. BIBLIOTIKA : Jurnal Kajian Perpustakaan Dan Informasi, 3(2), 98–104.
  2. Charmaz Kathy. (2006). Contructing Grounded Theory.
  3. Desa, M., Serai, P., & Perspektif, L. (2022). NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial ْPerpajakan. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 9(4), 1483–1490.
  4. Hardiyanti, W. E., & Alwi, N. M. (2022). Analisis Kemampuan Literasi Digital Guru PAUD pada Masa Pandemik COVID-19. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(4), 3759–3770. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i4.1657
  5. Iii, B. A. B., & Penelitian, A. D. (2014). BAB_II_Triangulasi. 1975, 33–43.
  6. Novitasari, Y., & Fauziddin, M. (2022). Analisis Literasi Digital Tenaga Pendidik pada Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(4), 3570–3577. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i4.2333
  7. Nurdiyanti, S. (2019). Implementasi Media Visual Dan Audiovisual Terhadap Pembelajaran Anak Usia Dini Di Era Revolusi Industri 4.0. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP, 2(1), 642–650.
  8. Nurjanah, N. E., & Mukarromah, T. T. (2021). Pembelajaran Berbasis Media Digital pada Anak Usia Dini di Era Revolusi Industri 4.0 : Studi Literatur. Jurnal Ilmiah Potensia, 6(1), 66–77.
  9. Syahputra, H., Syahrizal, M., Suginam, S., Nasution, S. D., & Purba, B. (2019). SPK Pemilihan Konten Youtube Layak Tonton Untuk Anak-Anak Menerapkan Metode Additive Ratio Assessment (ARAS). Seminar Nasional Teknologi Komputer & Sains (SAINTEKS), 1(1), 678–685.
  10. Zuldafrial. (2021). Metode Penelitian. Repository Stei, 20–30.