Isi Artikel Utama

Abstrak

Angka kejadian picky eating di Indonesia termasuk dalam kategori tinggi dan menyebabkan terhambatnya tumbuh kembang anak. Salah satu faktor penting untuk optimalisasi dalam lima tahun pertama kehidupan anak adalah ikatan emosional antara anak dan orang tua, terutama ibu sebagai pengasuh. Kemampuan makan sebagai salah satu aspek perkembangan anak merupakan salah satu fase yang cukup menantang bagi orang tua. Pada tingkat tertentu, masalah makan merupakan hal yang wajar, namun jika terjadi secara terus menerus dikenal dengan istilah picky eater dapat mempengaruhi status kesehatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif korelasional untuk mengetahui apakah kelekatan hubungan ibu dan anak menjadi penyebab picky eating. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kelekatan hubungan ibu-anak dengan penyebab picky eating. Dari hasil penelitian yang dilakukan kepada 65 responden diperoleh anak yang terkena picky eater berjumlah 28 anak dengan persentase 41% hal ini menandakan bahwa anak dengan picky eater di desa Ciburial cukup banyak. Terdapat empat faktor penyebab picky eating yaitu kekurangan zat gizi dan menolak makan sebanyak 26 responden (28%), selanjutnya anak tidak mau mencoba makanan baru sebanyak 21 responden (23%) dan kategori anak mengalami keterlambatan bicara ekspresif sebanyak 20 responden (21%).


Kata kunci: kelekatan; picky eating; AUD.

Kata Kunci

kelekatan picky eating AUD

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Wardani, E., & Khoeriyah, Y. M. (2023). KELEKATAN RELASI IBU-ANAK DENGAN PENYEBAB PICKY EATING PADA ANAK USIA DINI DI DESA CIBURIAL . Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini ( Anaking ), 2(1), 238–243. https://doi.org/10.37968/anaking.v2i1.481