Isi Artikel Utama

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program pendidikan seks terhadap perkembangan identitas gender anak usia 4–6 tahun di TK Sejahtera Karangpawitan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Subjek terdiri dari 29 anak (kelas A sejumlah 12 anak dan kelas B sejumlah 17 anak). Teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan dalam empat siklus. Indikator penilaian meliputi pengenalan anatomi tubuh, identitas gender, peran gender, dan perlindungan diri. Hasil menunjukkan bahwa program pendidikan seks yang diberikan secara bertahap mampu meningkatkan pemahaman anak terkait identitas gender. Di kelas A, terjadi peningkatan dari 25% (siklus I) menjadi 92% (siklus IV). Di kelas B, peningkatan terjadi dari 77% menjadi 77%. Anak menunjukkan kemampuan lebih baik dalam mengenal jenis kelamin, perbedaan fisik, serta menolak sentuhan tidak pantas. Kesimpulannya, pendidikan seks sejak usia dini berkontribusi positif terhadap perkembangan identitas gender anak dan membekali mereka dengan keterampilan perlindungan diri. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pendidik dan orang tua untuk tidak lagi menganggap tabu pendidikan seks, serta implikasi sosial dalam upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak.
Kata Kunci: Anak Usia Dini; Pendidikan Seks; Identitas Gender

Kata Kunci

Anak Usia Dini;Identitas Gender;Pendidikan Seks

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Implementasi Pendidikan Seks Terhadap Identitas Gender Anak Usia 4-6 Tahun Di TK Sejahtera. (2026). Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini : Anaking, 5(1), 28-34. https://doi.org/10.37968/anaking.v5i1.1459

Cara Mengutip

Implementasi Pendidikan Seks Terhadap Identitas Gender Anak Usia 4-6 Tahun Di TK Sejahtera. (2026). Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini : Anaking, 5(1), 28-34. https://doi.org/10.37968/anaking.v5i1.1459

Referensi

  1. Abdi. (2020). Metode Penelitian Kualitatif (Teori & Panduan Praktis Analisis Data Kualitatif) (Issue August).
  2. Azzahra, Q. M. (2020). Pendidikan Seksual Anak Usia Dini: “My Bodies Belong To Me.” Early Childhood : Jurnal Pendidikan, 4(1), 77–86. https://doi.org/10.35568/earlychildhood.v4i1.736
  3. Carteciano, S. S. (2022). Creating a Culturally Adaptable Comprehensive Sexuality Education Teacher’s Manual. 1–34. https://scholarsarchive.byu.edu/studentpub/333
  4. Egi Regita, Nabilah Luthfiyyah, & Nur Riswandy Marsuki. (2024). Pengaruh Media Sosial Terhadap Persepsi Diri dan Pembentukan Identitas Remaja di Indonesia. Jurnal Kajian Dan Penelitian Umum, 2(1), 46–52. https://doi.org/10.47861/jkpu-nalanda.v2i1.830
  5. Fabiana Meijon Fadul. (2019). Peningkatan Kualitas Belajar. 30–38.
  6. Fairuzillah, M. N., Mumtazi, F., & Sutoyo, Y. (2023). 8867-Article Text-46968-69705-10-20230425. 12(2), 163–179. https://doi.org/10.32832/tadibuna.v12i2.8867
  7. Gustiawati Mukri Fakultas Agama Islam UIKA Bogor Jl Sholeh Iskandar, S. K. (2015). Pendidikan Seks Usia Dini Dalam Perspektif Hukum Islam * (EARLY SEX EDUCATION IN THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW). FAI Universitas Ibn Khaldun (UIKA) BOGOR, 3(1), 1–20. https://www.academia.edu/20370983
  8. Institut, S., Islam, A., Muhammad, S., & Sambas, S. (2021). PENELITIAN TINDAKAN KELAS (Teori dan Aplikasinya Pada Pembelajaran Bahasa Arab). Borneo: Journal of Islamic Studies, 1(2), 1–17.
  9. Jatmikowati et al. (2015). a Model and Material of Sex Education for Early-Aged-Children. Cakrawala Pendidikan, No. 03, 434–448. https://journal.uny.ac.id/index.php/cp/article/view/7407/pdf
  10. Kågesten, A., Gibbs, S., Blum, R. W., Moreau, C., Chandra-Mouli, V., Herbert, A., & Amin, A. (2016). Understanding factors that shape gender attitudes in early adolescence globally: A mixed-methods systematic review. PLoS ONE, 11(6), 1–36. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0157805
  11. Purnomo, M., Hidayah, N., & Subiwati, S. (2023). Pendidikan Seks Usia Dini Di Mi Muhammadiyah Undaan. Jurnal Abdimas Indonesia, 4(2), 112–117. https://doi.org/10.26751/jai.v4i2.1679
  12. Suhirman. (2021). Penelitian Tindakan Kelas(Pendekatan Teoritis & Praktis). 88–89.
  13. Ummah, M. S. (2019). No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関する共分散構造分析Title. Sustainability (Switzerland), 11(1), 1–14. http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI
  14. WHO. (2018). International technical guidance on sexuality education. In United Nations Educational Scientific and Cultural Organization SDGs. http://unesdoc.unesco.org/images/0026/002607/260770e.pdf
  15. Yusuf, O. Y. H. (2024). Manajemen Penilaian Pembelajaran Anak Usia Dini. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, 4(2), 1150–1155. https://doi.org/10.57250/ajsh.v4i2.639