Isi Artikel Utama

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan lapangan bahwa di lembaga PAUD/RA Desa Cipicung terdapat beberapa pendidik yang belum memiliki gelar formal pendidikan anak usia dini maupun seni. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara, kondisi ini berdampak pada keterbatasan pemahaman guru dalam melaksanakan kegiatan apresiasi seni rupa sesuai dengan tahapannya. Dampaknya guru hanya fokus pada kegiatan berkarya tanpa adanya apresiasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana pemahaman pendidik tentang konsep apresiasi seni beserta kendala pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriftif kualitatif dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil wawancara ditemukan terdapat tiga pendidik non-gelar PAUD di RA Suandika, TK Al-Ajra, dan PAUD Al-Ajra. Hasil observasi menunjukkan pelaksanaan apresiasi seni belum optimal.TK Al-Azra terlihat melakukan apresiasi dengan memberikan pujian lisan, namun belum memajang karya anak. RA Suandika terlihat memajang hasil karya anak, namun belum memberikan pujian lisan. Sedangkan PAUD Al-Azra terlihat belum melakukan apresiasi. Diantara faktor yang menyebabkan lembaga kurang optimal melakukan kegiatan apresiasi yaitu karena keterbatasan fasilitas, waktu dan pemahaman pendidik. Supaya kegiatan lebih optimal guru bisa membiasakan memberikan apresiasi sederhana, mengatur waktu khusus, dan mengikuti pelatihan agar pemahaman tentang apresiasi seni semakin optimal. Karena kegiatan apresiasi seni sangat penting sekali untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak.


Kata kunci: Apresiasi Seni, Guru Non Gelar, PAUD

Kata Kunci

Apresiasi SeniGuru Non GelarPAUD

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Pelaksanaan Kegiatan Apresiasi Seni Oleh Pendidik AUDNon Gelar PAUD Di Desa Cipicung Kecamatan Banyuresmi. (2026). Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini : Anaking, 5(1), 51-59. https://doi.org/10.37968/anaking.v5i1.1201

Cara Mengutip

Pelaksanaan Kegiatan Apresiasi Seni Oleh Pendidik AUDNon Gelar PAUD Di Desa Cipicung Kecamatan Banyuresmi. (2026). Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini : Anaking, 5(1), 51-59. https://doi.org/10.37968/anaking.v5i1.1201

Referensi

  1. Dian Pertiwi, Syafrudin, U., & Drupadi, R. (2021). Persepsi Orangtua terhadap Pentingnya CALISTUNG untuk Anak Usia 5-6 Tahun. PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(02), 62–69. https://doi.org/10.31849/paud-lectura.v4i02.5875
  2. Harahap, S. A., Sani, F., Wildani, W., & ... (2024). Pengembangan Kecerdasan Majemuk pada Anak Usia Dini pada Sentra Sains di TK Islam Terpadu Nurul Ilmi. SELING: Jurnal …, 10, 20–28. http://www.jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/seling/article/view/2141%0Ahttps://www.jurnal.stitnualhikmah.ac.id/index.php/seling/article/download/2141/1211
  3. Heryani, H., & Sumitra, A. (2021). Pembelajaran Seni Rupa Dalam Mengembangkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Mewarnai. CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif), 4(3), 251–259. https://journal.ikipsiliwangi.ac.id/index.php/ceria/article/view/6929
  4. JASMINE, K. (2014). pendidikan islam. Penambahan Natrium Benzoat Dan Kalium Sorbat (Antiinversi) Dan Kecepatan Pengadukan Sebagai Upaya Penghambatan Reaksi Inversi Pada Nira Tebu, 14–37.
  5. Jatirahayu, W. (2013). Guru Berkualitas Kunci Mutu Pendidikan. Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif, 0(0).
  6. Mahda Rena, M. (2022). Hak Pendidikan Anak Usia Dini pada Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 dalam Perspektif Islam. Jurnal Alasma : Media Informasi Dan Komunikasi Ilmiah, 4(1), 45–52. https://jurnalstitmaa.org/alasma/article/view/84
  7. Musfiroh, T. (2023). Pengembangan Kecerdasan Majemuk: Hakikat Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences). Lemlit UNY, 1–60. http://repository.ut.ac.id/4713/2/PAUD4404-TM.pdf
  8. Pamadhi, H. (2014). Ruang Lingkup Seni Rupa Anak. 1–56. http://repository.ut.ac.id/4712/1/PAUD4403-M1.pdf
  9. Pratiwi, S., & Ginayah, D. (2023). Pengembangan Sikap Toleransi Pada Anak Kelompok a Di Taman Kanak-Kanak Darul Hikmah Melalui Kegiatan Apresiasi Karya Seni Rupa Anak. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini ( Anaking ), 2(1), 87–96. https://doi.org/10.37968/anaking.v2i1.421
  10. Pratiwi, S., & Nuraeni, M. (2023). Mengembangkan Rasa Percaya Diri Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Apresiasi Karya Seni Rupa Di Raudhatul Athfal Miftahul Hidayah. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini ( Anaking ), 2(1), 40–48. https://doi.org/10.37968/anaking.v2i1.422
  11. Pratiwi, S., & Zakiah, R. A. (2024). Kegiatan Apresiasi Karya Seni Rupa Untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Fine Arts Appreciation Activities To Improve The Language Skills Of Children Aged 5-6 Years At Tk Riyadlul Falaah. c.
  12. Rondhi, M. (2021). Jurnal Imajinasi. Jurnal Imajinasi, 10(2), 153–158.
  13. Syakdia Apria Ningsih. (2024). Pentingnya Profesionalisme Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan. Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial (Jupendis), 2(3), 288–293. https://doi.org/10.54066/jupendis.v2i3.2056
  14. Ummah, M. S. (2019). RESUME: INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA. Sustainability (Switzerland), 11(1), 1–14. http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI
  15. Yayuk Primawati. (2023). Pengembangan Kreativitas Seni Rupa Anak Usia Dini. Journal of Early Childhood Studies, Vol. 1 No.(2), 1–10. https://journal.nubaninstitute.org/index.php/jecs