Isi Artikel Utama

Abstrak

Kemampuan kemandirian anak merupakan salah satu keterampilan dasar yang sangat dibutuhkan anak dalam bersosialisasi dengan teman, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun lingkungan sekitar. Perkembangan kemandirian ini akan membuat anak lebih percaya diri dalam menyampaikan pemikiran, berpartisipasi dalam kegiatan kelas, serta membangun kemampuan sosial dan kognitifnya. Penelitian ini dimulai ketika penelitian observasi awal di Kober Darussalam menunjukkan bahwa keadaan anak-anak di kelompok A belum mencapai tingkat keberhasilan yang diharapkan. Media pembelajaran yang masih konvensional terutama dalam pengenalan permainan tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kelompok A Kober Darussalam untuk mengembangkan kemandirian anak sebelum dan setelah tindakan menggunakan permainan egrang batok. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK), dan subjek penelitian adalah tiga belas anak dari kelompok A. Penelitian dilakukan dalam dua siklus berdasarkan indikator STPPA untuk kemampuan kemandirian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menggunakan media egrang batok secara keseluruhan dalam mengembangkan kemampuan kemandirian anak pada kelompok A Kober Darussalam dapat megembangkan kemampuan anak  secara optimal. Ini ditunjukkan oleh persentase keberhasilan anak di setiap siklus, yaitu 23% pada pra-siklus, 31% pada siklus I, dan 100% pada siklus II.


Kata Kunci :Anak Usia Dini, Kemandirian, Permainan Egrang Batok

Kata Kunci

Anak Usia DiniKemandirianpermainan egrang batok

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Pengembangan Kemampuan Kemandirian Anak Melalui Permainan Egrang Batok di Kober Darussalam Samarang. (2026). Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini : Anaking, 5(1), 13-18. https://doi.org/10.37968/anaking.v5i1.1106

Cara Mengutip

Pengembangan Kemampuan Kemandirian Anak Melalui Permainan Egrang Batok di Kober Darussalam Samarang. (2026). Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini : Anaking, 5(1), 13-18. https://doi.org/10.37968/anaking.v5i1.1106

Referensi

  1. Agus, Z. (2018). Konsep Pendidikan Islam Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini (Paud). Raudhah Proud To Be Professionals : Jurnal Tarbiyah Islamiyah, 3(1), 39–56. https://doi.org/10.48094/raudhah.v3i1.24
  2. Kuesioner, W. D. A. N. (n.d.). Teknik Pengumpulan Data. 3(1), 39–47.
  3. Kurnia, R. (2012). Konsepsi Bermain dalam menumbuhkan Kreativitas Pada Anak Usia Dini. Educhild, 1(1), 77–86.
  4. O’Collins, G., & Farrugia, M. (2003). Catholicism: The Story of Catholic Christianity. Catholicism: The Story of Catholic Christianity, VI(1), 1–424. https://doi.org/10.1093/0199259941.001.0001
  5. Pareira, M. I. R., & Atal, N. H. (2019). Peningkatan Kemandirian Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Bercerita. Jurnal PG-PAUD Trunojoyo : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia Dini, 6(1), 35–42. https://doi.org/10.21107/pgpaudtrunojoyo.v6i1.5371
  6. Qur’an Kemenag. (2019). Qur’an, Kemenag. 2019. Al-Qur’an Dan Terjemahan Edisi Penyempurnaan.
  7. Salanindah, R. amelia, Muslihin, H. Y., & Sianturi, R. (2022). Pengaruh Permainan Tradisional Egrang Batok untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak Usia 3-4 Tahun. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4, 1349–1358.
  8. Samsul Mujtahidin, S. A. R. (2021). Pengaruh Permainan Tradisional Egrang Batok Terhadap Keseimbangan. Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 130–135.
  9. Sari, D. R., & Rasyidah, A. Z. (2020). Peran Orang Tua Pada Kemandirian Anak Usia Dini. Early Childhood : Jurnal Pendidikan, 3(1), 45–57. https://doi.org/10.35568/earlychildhood.v3i1.441
  10. Sugiyono. (2020). Metodologi Penelitian Kualitatif. In Metodologi Penelitian Kualitatif. In Rake Sarasin (Issue March).
  11. Tulus Muthofa, & Aisyah Amalia Putri. (2022). Konsep Pendidikan Insan Kamil Dalam Perspektif QS. An-Nahl Ayat 78. Qolamuna : Jurnal Studi Islam, 8(1), 46–57. https://doi.org/10.55120/qolamuna.v8i1.657
  12. Zenith, D., Hanim, Z., & Sjamsir, H. (2020). Efektivitas Permainan Tradisional Dalam Pengembangan Keterampilan Gerakmanipulatif Anak Usia 4-5 Tahun dI PAUD Arsamuda Desa LOA Raya. Cendekia (Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran), 4(2), 143–160.